Transjakarta Rute Transjabodetabek Cawang-Jababeka Beroperasi Februari Ini
Transjakarta menargetkan pembukaan rute Transjabodetabek Cawang–Jababeka pada Februari 2026 untuk memperkuat konektivitas kawasan timur Jakarta.
Transjakarta memastikan akan segera mengoperasikan rute Transjabodetabek Cawang–Jababeka, Cikarang. Rute ini ditargetkan mulai berjalan resmi pada Februari 2026.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan persiapan pembukaan rute tersebut telah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu waktu operasional.
“Dalam waktu dekat, ya dalam bulan inilah,” kata Welfizon dalam keterangannya, dikutip Jumat (6/2/2026).
Menurut Welfizon, rute Cawang–Jababeka disiapkan bersamaan dengan rencana pembukaan rute Transjakarta Blok M–Bandara Soekarno Hatta. Namun, peluncurannya tidak harus dilakukan secara bersamaan.
“Nanti kan ada waktunya, tapi dua-duanya itu berbarengan kita siapin. Cikarang–Cawang sama Soekarno Hatta–Blok M,” jelasnya.
Pemprov DKI Fokus Perkuat Jalur dengan Penumpang Tinggi
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rencana pembukaan dua rute Transjabodetabek baru, yakni Blok M–Bandara Soekarno Hatta dan Cawang–Jababeka. Kedua jalur tersebut dinilai memiliki kebutuhan transportasi yang tinggi.
“Memang kami akan membuka rute-rute baru, yang pertama yang dari laporan bapak-bapak Dinas Perhubungan adalah dari Blok M ke Bandara. Karena ini kebutuhannya sekarang tinggi sekali. Kemudian satu lagi dari Cawang ke Jababeka,” ujar Pramono saat groundbreaking Entrance Stasiun MRT Harmoni, Selasa (20/1/2026).
Pramono menyebut, pembukaan rute baru menjadi langkah lanjutan untuk meningkatkan pemanfaatan transportasi publik, yang saat ini tingkat konektivitasnya telah mencapai 92 persen namun belum optimal.
“Maka untuk itu saya sudah sampaikan kepada Bapak Kepala Dinas Perhubungan, untuk Trans-Jabodetabek kita akan buka rute-rute baru,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengoperasian rute tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.
“Tadi saya habis berbisik-bisik dengan Pak Dirjen, mudah-mudahan disetujui untuk dari Bandara ke Blok M,” ujarnya.
Jika disetujui, Pramono memperkirakan rute Bandara Soekarno Hatta–Blok M akan memiliki tingkat okupansi penumpang yang tinggi.
“Saya yakin pasti dari bandara ke Blok M akan ramai sekali,” ucapnya.