Manajemen TransJakarta Ungkap Fakta di Balik Video Viral Emak-emak Dituduh Copet di Bus

Petugas menegur dan mengimbau secara persuasif kepada ibu-ibu tersebut agar selalu menjaga ketertiban jika ingin kembali menggunakan layanan TransJakarta.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Manajemen TransJakarta Ungkap Fakta di Balik Video Viral Emak-emak Dituduh Copet di Bus
Manajemen TransJakarta Ungkap Fakta di Balik Video Viral Emak-emak Dituduh Copet di Bus (Merdeka.com)

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) buka suara usai ramai video menarasikan aksi pencopetan hendak dilakukan seorang penumpang ibu-ibu.

Dilihat Liputan6.com dari rekaman video beredar di akun Instagram @jakarta.ku, nampak penumpang saling adu mulut melempar tuduhan kepada seorang ibu-ibu diduga hendak mencopet. Sementara itu, seorang petugas TransJakarta berusaha mengajak turun ibu-ibu tersebut dari dalam bus.

Menurut Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, ibu-ibu tersebut bukan pelaku pencopetan. Dia menyampaikan bahwa keributan terjadi dalam armada Koridor 5 rute Ancol-Kampung Melayu pada Senin (22/6) pukul 10.03 WIB.

​“Menanggapi informasi yang beredar, kami mengklarifikasi bahwa pelanggan yang dilaporkan membuat keributan di armada SAF 001 tersebut bukan merupakan pelaku pencopetan,” kata Ayu saat dikonfirmasi, Rabu (24/6).

Ayu menjelaskan, keributan terjadi karena ibu-ibu tersebut telah melakukan tindakan verbal atau marah-marah menyebabkan penumpang lainnya terganggu. Sehingga ibu-ibu terkait diturunkan petugas TransJakarta dari dalam bus.

​“Pramusapa yang berada di lokasi, dan mendapat laporan telah bertindak sigap dengan menurunkan pelanggan tersebut dari armada, demi menjaga kondusivitas,” kata Ayu.

Selanjutnya, petugas menegur dan mengimbau secara persuasif kepada ibu-ibu tersebut agar selalu menjaga ketertiban jika ingin kembali menggunakan layanan TransJakarta.

​“Kami berkomitmen penuh untuk selalu menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh pelanggan selama berada di dalam ekosistem transportasi publik,” kata Ayu.



Rekomendasi