Pemkab Cirebon Dorong Pemanfaatan Becak Listrik untuk Wisata, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong pemanfaatan becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di kawasan wisata, seperti Makam Sunan Gunung Jati dan Batik Trusmi, untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan dan ekonomi pengemudi di Cirebon.
Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, secara aktif mendorong pemanfaatan becak listrik sebagai moda transportasi ramah lingkungan di berbagai kawasan wisata. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat perekonomian lokal, terutama bagi para pengemudi becak yang berusia lanjut. Becak listrik ini merupakan bantuan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyatakan bahwa penggunaan becak listrik dapat secara signifikan meningkatkan kenyamanan pengunjung. Selain itu, langkah ini juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para pengemudi becak, khususnya mereka yang telah berusia di atas 60 tahun. Bantuan ini disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Fokus utama pemanfaatan becak listrik ini adalah di destinasi religi dan sentra kerajinan yang menjadi daya tarik utama wisatawan di Cirebon. Dengan adanya transportasi yang lebih nyaman dan efisien, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat dan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata daerah.
Fokus Pemanfaatan dan Manfaat Becak Listrik di Cirebon
Pemanfaatan becak listrik di Cirebon akan difokuskan pada kawasan wisata dengan aktivitas tinggi, seperti Makam Sunan Gunung Jati dan sentra Batik Trusmi. Kedua lokasi ini dikenal memiliki mobilitas wisatawan yang tinggi dan membutuhkan solusi transportasi jarak dekat yang efisien. Becak listrik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan baik.
Menurut Agus Kurniawan Budiman, becak listrik juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Cirebon. Kendaraan ini menawarkan kenyamanan lebih karena hanya membutuhkan sedikit tenaga kayuh, sehingga kualitas layanan dari pengemudi dapat ditingkatkan. Hal ini tentu akan memberikan pengalaman berwisata yang lebih menyenangkan.
"Bantuan becak listrik yang disalurkan Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) sangat membantu masyarakat, terutama pengemudi becak berusia di atas 60 tahun," kata Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman. Pernyataan ini menegaskan dampak positif becak listrik terhadap kesejahteraan pengemudi lansia di Cirebon.
Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan program yang dibiayai dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto dan diberikan secara bertahap di berbagai daerah. Becak listrik ini terbukti efektif di daerah lain seperti Blitar, Jawa Timur, dalam membantu pengayuh becak lansia.
Infrastruktur Pendukung dan Konsep Pariwisata Ramah Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Cirebon tidak hanya fokus pada penyaluran unit, tetapi juga pada penyediaan infrastruktur pendukung. Pemerintah akan berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyiapkan titik-titik pengisian daya di lokasi wisata dan tempat umum lainnya. Ketersediaan fasilitas ini sangat krusial untuk operasional becak listrik.
"Harapannya fasilitas charging bisa tersedia di pusat-pusat aktivitas masyarakat agar becak listrik mudah dioperasikan," ujar Agus Kurniawan Budiman. Ketersediaan fasilitas pengisian daya yang memadai akan memastikan becak listrik dapat beroperasi secara berkelanjutan dan efisien di seluruh area wisata Cirebon.
Agus menilai bahwa pemanfaatan becak listrik juga sejalan dengan konsep pariwisata ramah lingkungan yang sedang digencarkan oleh pemerintah daerah. Penggunaan kendaraan listrik mengurangi emisi karbon dan polusi suara, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi wisatawan serta penduduk lokal. Ini mendukung citra Cirebon sebagai destinasi berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah sedang mengkaji pembentukan terminal becak listrik. Terminal ini envisioned sebagai pusat mobilitas wisatawan sekaligus sentra pengendalian operasional becak listrik. Konsep ini akan membantu mengelola armada, memastikan ketersediaan, dan menjaga kualitas layanan.
Detail Bantuan dan Harapan untuk Pengelolaan Becak Listrik
Dalam penyaluran tahap awal, Kabupaten Cirebon telah menerima 100 unit becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Jumlah ini merupakan langkah awal dari program yang lebih besar, dengan rencana penambahan unit di masa mendatang seiring selesainya produksi. Setiap unit becak listrik diproduksi di dalam negeri, dengan harga sekitar Rp22 juta per unit.
"Makanya bertahap. Sekarang 100 untuk Cirebon, nanti ditambah lagi kalau pabrik selesai produksi," jelas Nanik S. Deyang. Produksi dalam negeri ini juga mendukung industri lokal dan menciptakan lapangan kerja. Program ini menunjukkan komitmen terhadap pengembangan transportasi berkelanjutan.
Nanik mengemukakan bahwa banyak pengemudi berusia di atas 65 tahun yang masih mengayuh becak secara manual. Becak listrik ini diharapkan dapat membantu mereka tetap bekerja tanpa harus mengeluarkan tenaga besar, sehingga kualitas hidup dan produktivitas mereka tetap terjaga. Ini adalah bentuk perhatian terhadap kesejahteraan lansia.
"Kami minta pemerintah daerah ikut menjaga, supaya tidak ada yang membohongi atau mengambil alih becak listrik ini," ucap Nanik S. Deyang. Permintaan ini menekankan pentingnya pengawasan dan pengelolaan yang baik agar bantuan becak listrik ini benar-benar dimanfaatkan oleh pihak yang berhak dan sesuai dengan tujuan awal.
Sumber: AntaraNews