Momen Penarik Lansia Dapat Becak Listrik, Langsung Sebut Nama Presiden Prabowo
Antusiasme yang ditunjukkan oleh para penarik becak lansia di Blitar, Jawa Timur, sangat mengesankan saat menerima hadiah becak listrik dari Presiden Prabowo.
Paimin (62) telah menjalani profesi sebagai penarik becak pancal selama sekitar 25 tahun di Kabupaten Blitar. Setiap harinya, ia mengandalkan kekuatan kakinya untuk mengayuh becak menyusuri jalan dan pasar demi mencari penumpang.
Namun, pekerjaan ini tidaklah mudah, terutama di usianya yang tidak lagi muda. Tubuh Paimin sering kali merasa lelah setelah seharian bekerja.
"Enggih sikil (kaki), awak, napas. Enggih kesel payah," ungkap Paimin saat menggambarkan rasa lelah pada kakinya setelah mengayuh becak pancal, usai pembagian becak listrik di depan pendopo kabupaten Blitar, pada Sabtu (7/3).
Penghasilannya pun tidak menentu; dalam sehari, ia biasanya hanya memperoleh sekitar Rp30 ribu. Bagi Paimin, jumlah tersebut sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Enggih boten," katanya.
Namun, segalanya berubah setelah Paimin mendapatkan bantuan becak listrik. Dengan kendaraan baru ini, ia tidak perlu lagi mengayuh becak dengan tenaga penuh seperti sebelumnya.
"Adoh sekecane pak (jauh bedanya). Enggih penakan iki lah. Alhamdulillah angsal ini saking bapak Prabowo," ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Paimin sangat menghargai bantuan tersebut dan menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok yang ia hormati.
"Angsal becak listrik saking Pak Presiden Prabowo. Bapak kulo," katanya, menunjukkan rasa terima kasih yang mendalam.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Rohani (75), penarik becak lainnya di Blitar. Sudah 15 tahun ia mengayuh becak pancal untuk mencari nafkah. Menurut Rohani, becak pancal terasa sangat berat untuk dikayuh, terutama di usia yang semakin lanjut.
"Becak pancal sing dirasake kempole atos. Kesel, boyoke keju," ujarnya, menggambarkan rasa lelah dan sakit pada punggung setelah bekerja.
Penghasilan yang ia peroleh juga tidak besar. Dalam sehari, ia hanya bisa mendapatkan sekitar Rp20 ribu karena kondisi pasar yang semakin sepi.
"Penghasilane ra sepiro. Saiki sepi kabeh pasare," katanya, mencerminkan kesulitan yang dihadapinya.
Setelah mendapatkan becak listrik, Rohani mengaku pekerjaannya menjadi jauh lebih ringan.
"Yo lumayan enteng iki mas. Ra sah dipancal kan ngeringane bahu," ujarnya, menunjukkan betapa besar manfaat yang dirasakan dari bantuan tersebut. Rohani juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang ia terima.
"Alhamdulillah Pak Prabowo matur sembah nuwun. Hadiahi becak," katanya.
Ia berharap bantuan ini dapat membawa keberkahan bagi usahanya mencari nafkah setiap hari.
"Dungane selamat, panjang umur. Mugo-mugo iso barokahe anggen kulo nyambut damel ben dino," ujarnya, mencerminkan harapan dan doa yang tulus untuk masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, mengingatkan bahwa bantuan becak listrik tersebut diberikan untuk membantu meningkatkan taraf ekonomi para penarik becak, bukan untuk dijual atau diuangkan secara instan.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal agar para penarik becak dapat bekerja dengan lebih ringan sekaligus meningkatkan penghasilan mereka. Bagi para penarik becak lansia di Blitar, bantuan becak listrik tidak sekadar alat transportasi baru, melainkan juga harapan agar mereka tetap bisa bekerja dengan lebih ringan di usia senja.