Ratusan Pengayuh Lansia Brebes Sambut Gembira Program Bantuan Becak Listrik Presiden
Ratusan pengayuh becak lansia di Brebes menyambut antusias program bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto, meringankan beban fisik mereka dan meningkatkan kesejahteraan.
BREBES – Seratus pengayuh becak yang mayoritas berusia lanjut di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, merasakan kebahagiaan mendalam. Mereka baru saja menerima program bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto, sebuah inisiatif yang diharapkan dapat meringankan beban fisik mereka yang kian melemah.
Program ini disambut baik oleh para penerima manfaat, salah satunya Romadhon, pengayuh becak berusia 62 tahun dari Losari. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan ini, yang akan sangat membantu dalam mencari rezeki dan memenuhi kebutuhan keluarganya di masa mendatang.
Sebelumnya, Romadhon dan rekan-rekannya harus mengandalkan tenaga fisik untuk mengayuh becak manual, seringkali dalam kondisi kesehatan yang menurun. Kini, dengan adanya becak listrik, mereka tidak perlu lagi mengeluarkan energi berlebihan, sehingga aktivitas mencari nafkah menjadi lebih mudah dan berkelanjutan.
Meringankan Beban Fisik Pengayuh Lansia
Program bantuan becak listrik ini secara langsung menyasar para pengayuh becak lansia yang masih berjuang mencari nafkah di jalanan. Kondisi fisik yang tidak lagi prima seringkali menjadi tantangan besar bagi mereka untuk terus bekerja.
Romadhon, salah satu penerima bantuan, mengungkapkan betapa signifikan perubahan yang akan ia rasakan. "Alhamdulillah dengan adanya program bantuan becak listrik ini, saya bisa mencari rezeki ke depannya dan sukses," ujarnya dengan penuh harap.
Ia menambahkan bahwa bantuan becak listrik ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. "Akan tetapi, dengan adanya bantuan becak listrik ini kami sekarang tidak perlu membuang energi terlalu banyak. Jadi, bantuan ini sangat membantu," kata pria berusia 62 tahun tersebut, menyoroti dampak positif pada kesehatannya.
Inisiatif Presiden Prabowo untuk Kesejahteraan Rakyat
Inisiatif pemberian bantuan becak listrik ini berasal dari keprihatinan Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi para pengayuh becak lansia. Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa Presiden tidak ingin melihat rakyat lansia harus bersusah payah mengayuh becak di jalan.
Keprihatinan ini muncul sejak awal tahun 2024, bahkan sebelum Prabowo resmi menjabat sebagai presiden. Saat itu, ia telah memesan seribu unit becak listrik dari PT Len Industri sebagai langkah awal program ini.
Setelah menjabat, komitmen tersebut diperkuat dengan pemesanan tambahan 3.500 unit becak listrik dari PT Pindad. Program ini direncanakan akan terus berlanjut dan dibagikan kepada para lansia pengayuh becak di berbagai daerah.
Perluasan Program Bantuan di Seluruh Jawa
Menurut Nanik S Deyang, pemerintah memiliki rencana besar untuk memperluas program bantuan becak listrik ini. Bantuan tersebut akan dibagikan di seluruh kabupaten di Pulau Jawa, memastikan lebih banyak lansia pengayuh becak dapat merasakan manfaatnya.
Pembagian di Kabupaten Brebes pada hari Sabtu, 6 Desember, menjadi salah satu realisasi dari rencana tersebut. Fokus utama pembagian saat ini adalah kepada para lansia, mengingat keterbatasan produksi unit becak listrik.
"Intinya, pak Presiden tidak ingin rakyat ada lansia mencari uang dengan ngos-ngosan menggenjot becak di jalan. Karena keterbatasan produksi (becak listrik) akan dibagikan untuk lansia dulu," tegas Nanik S Deyang. Hal ini menunjukkan prioritas pemerintah dalam membantu kelompok rentan.
Sumber: AntaraNews