Pemkab Cianjur Targetkan Zero ODHA Baru pada 2030, Perangi Seks Menyimpang
Pemerintah Kabupaten Cianjur mengusung target ambisius **Zero ODHA Cianjur 2030**, berupaya keras menekan angka penularan HIV/AIDS. Berbagai strategi pencegahan, termasuk pelibatan masyarakat dan optimalisasi Perda, digencarkan. Mampukah Cianjur mewujudka
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, secara tegas menargetkan pencapaian nol kasus baru Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) atau Zero ODHA Cianjur 2030.
Target ambisius ini dicanangkan sebagai bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam menekan laju penularan virus mematikan tersebut di tengah masyarakat.
Berbagai langkah strategis telah disiapkan, termasuk pelibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga orang tua, untuk bersama-sama mencegah penyebaran HIV/AIDS.
Tantangan Berat Menuju Zero ODHA Cianjur 2030
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, mengakui bahwa mencapai target Zero ODHA Cianjur 2030 bukanlah pekerjaan mudah.
Fenomena seks bebas dan perilaku seks menyimpang yang kini menjadi gaya hidup di kalangan generasi muda menjadi tantangan utama yang harus dihadapi.
Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak, khususnya tokoh agama, sangat dibutuhkan untuk memberikan edukasi dan bimbingan moral.
Ramzi juga menyoroti peran Perda pencegahan LGBT di Kabupaten Cianjur yang dapat dioptimalkan, mengingat Lelaki Seks Lelaki (LSL) merupakan penyumbang terbesar kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut.
Data Peningkatan Kasus dan Peran LSL
Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mencatat adanya peningkatan kasus ODHA baru setiap tahunnya, menunjukkan urgensi target Zero ODHA Cianjur 2030.
Pada tahun 2023, tercatat 208 ODHA baru, dan angka ini melonjak menjadi 293 ODHA baru pada tahun 2024.
Hingga tahun 2025, sudah ada 217 ODHA baru yang terdeteksi, dengan perkiraan jumlah akan terus bertambah seiring berjalannya proses skrining.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur, Javed Sumawe Matapung, mengungkapkan bahwa perilaku LSL menjadi penyumbang terbesar.
"Penyumbang ODHA baru dalam beberapa tahun terakhir dari kelompok LSL bahkan di tahun ini tercatat ada 81 LSL yang mengidap HIV/AIDS atau 37 persen dari temuan 217 ODHA baru," ujarnya.
Total ODHA di Cianjur berdasarkan data 25 tahun terakhir telah mencapai 2.457 orang, mayoritas penderita berada pada usia produktif.
Strategi Pencegahan dan Peran Masyarakat
Untuk mencapai target Zero ODHA Cianjur 2030, Pemkab Cianjur menerapkan berbagai strategi pencegahan yang komprehensif.
Upaya ini mencakup pelaksanaan skrining secara masif dan pemberian obat antiretroviral (ARV) secara rutin kepada ODHA.
Selain itu, masyarakat, khususnya orang tua, didorong untuk membimbing anak-anak remaja agar fokus pada kegiatan positif dan menghindari perilaku seks bebas.
Wakil Bupati Ramzi menekankan pentingnya bimbingan dan pendampingan orang tua serta masyarakat sekitar dalam membentuk karakter generasi muda.
"Untuk itu kami menargetkan zero ODHA baru di Cianjur tahun 2030 dengan berbagai upaya dilakukan agar generasi muda di Cianjur memilih jalan yang tepat tidak terjerumus di jalan yang salah melalui bimbingan dan pengawasan orang tua," tegas Ramzi.
Melalui kolaborasi aktif antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga, diharapkan Cianjur dapat mewujudkan lingkungan yang bebas dari penularan HIV/AIDS di masa depan.
Sumber: AntaraNews