Ribuan Remaja Terjangkit HIV, Puan Ingatkan Ancaman Serius bagi Masa Depan Bangsa
Data Dinkes Jabar menunjukkan, dari total 10.405 Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) pada Desember 2024, lebih dari 2.900 berasal dari kelompok anak dan remaja.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kasus HIV di kalangan anak dan remaja, khususnya di Jawa Barat. Ia menyebut fenomena ini bukan sekadar masalah kesehatan, tapi ancaman bagi kualitas generasi penerus bangsa.
"Generasi muda adalah modal terbesar bangsa. Jika mereka kehilangan kesehatan di usia produktif, maka yang terancam bukan hanya masa depan pribadi mereka, tetapi juga daya saing dan kemajuan negara," kata Puan, Rabu (13/8/2025).
"Kesejahteraan rakyat tidak akan tercapai jika kita membiarkan penyakit ini merenggut potensi anak-anak kita," tambahnya.
Data Dinkes Jabar menunjukkan, dari total 10.405 Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) pada Desember 2024, lebih dari 2.900 berasal dari kelompok anak dan remaja. Lonjakan kasus terjadi signifikan sejak 2022, dipicu pola baru hubungan seksual bebas di usia dini.
Survei Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Jabar juga mencatat rata-rata siswa SMA pertama kali berhubungan seksual di usia 13–14 tahun, bahkan yang lebih mengkhawatirkan, sebagian dari mereka tidak hanya berhubungan seksual dengan satu orang.
Puan meminta Pemerintah bergerak cepat, terukur, dan menyeluruh untuk memperkuat edukasi di sekolah dan lingkungan remaja yang selaras nilai budaya dan agama. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter di lingkungan pendidikan maupun di rumah.
"Pendidikan seksual yang sesuai dengan usia anak. Hal ini sebagai langkah edukasi bagi anak dan remaja untuk berhati-hati dan menjaga lingkungan pergaulan mereka. Peran keluarga juga sangat diperlukan di sini," ungkapnya.
Ia juga berpandangan perlunya layanan kesehatan ramah remaja, seperti akses konseling, pemeriksaan dini, hingga pengobatan yang mudah dijangkau dan terjamin kerahasiaannya. "Kita harus meningkatkan literasi kesehatan di keluarga. Orang tua memiliki peran penting membimbing dan mengawasi anak agar terhindar dari pergaulan berisiko dan penyakit menular seksual," tutur Puan.
Selain itu, ia mendorong kerja sama lintas sektor melibatkan tokoh agama, masyarakat, media, dan organisasi pemuda untuk memperluas edukasi dan kesadaran kolektif. Terpenting menurutnya, dibutuhkan komitmen nyata Pemerintah menyiapkan program yang tepat untuk pencegahan HIV.
"Pencegahan yang konsisten dan terencana adalah investasi untuk masa depan bangsa," tegas Puan.
Ia pun memastikan DPR akan memberikan perhatian terhadap penanganan HIV melalui pengawalan kebijakan hingga anggaran.
"DPR RI akan terus mengawal kebijakan, regulasi, dan anggaran agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat, mengenyam pendidikan, dan berkontribusi maksimal bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa," pungkasnya.