Puan Soroti Tren Perokok Remaja: Ancaman bagi Lingkungan Sehat dan Masa Depan Anak

Salah satu daerah yang tergolong mengkhawatirkan karena mengalami peningkatan perokok remaja adalah Kulon Progo, DIY.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Puan Soroti Tren Perokok Remaja: Ancaman bagi Lingkungan Sehat dan Masa Depan Anak
Puan Maharani (Istimewa)

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti tingginya jumlah perokok di kalangan remaja, khususnya pelajar tingkat SMP dan SMA. Ia menegaskan negara harus hadir untuk melindungio generasi muda dari ancaman budaya merokok.

"Ketika anak-anak dan remaja sudah menjadi target pasar industri rokok, itu artinya kita sedang kehilangan kendali atas masa depan. Negara tidak boleh diam," kata Puan, Senin (30/6/2025).

Salah satu daerah yang tergolong mengkhawatirkan karena mengalami peningkatan perokok remaja adalah Kulon Progo, DIY. Dinkes setempat mencatat 12,13% dari 3.841 pelajar yang disurvei sudah merokok. Puan menilai fenomena ini sebagai alarm serius bagi sistem perlindungan anak di Indonesia.

Menurutnya, tingginya angka perokok remaja mencerminkan lemahnya pengawasan dan longgarnya regulasi iklan serta promosi, serta minimnya edukasi bahaya rokok di sekolah dan keluarga.

"Ini bukan hanya soal rokok. Ini soal hak anak atas lingkungan yang sehat dan masa depan yang layak," ujar Puan.

"Jika kita abai sekarang, kita sedang membiarkan anak-anak kita tumbuh dalam budaya adiktif yang akan berdampak buruk bagi kesehatan nasional dan kualitas sumber daya manusia," lanjutnya.

Puan pun menyoroti dampak sosial dan ekonomi dari rokok terhadap keluarga rentan. Data BPS menyebut, rokok merupakan pengeluaran terbesar kedua dalam rumah tangga setelah beras.

"Artinya, rokok bukan hanya menggerus kesehatan anak-anak, tetapi juga menekan alokasi anggaran rumah tangga untuk gizi, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya," jelasnya.

DPR RI, kata Puan, akan mendorong regulasi yang komprehensif untuk melindungi anak dan pengendalian tembakau. Ia juga menyerukan pembatasan iklan, promosi, dan sponsor rokok, terutama di dekat sekolah dan di ruang digital.

"Perketat pengawasan penjualan rokok kepada anak di bawah umur. Mengatur pajangan rokok agar tidak menarik perhatian anak. Masukkan kurikulum anti-merokok di sekolah dan pesantren," ungkap cucu Bung Karno itu.

Puan menyadari bahwa isu rokok menyangkut lintas sektor, termasuk petani dan industri tembakau. "Tentunya kita terus mendukung produktivitas dan sisi ekonomi dari industri tembakau. Namun kita harus tegas memastikan generasi muda bertumbuh sehat demi masa depan mereka," tegasnya.

Sebagai Ketua DPR RI, Puan menekankan perlindungan generasi muda itu merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor, dari pendidikan, kesehatan, komunikasi hingga ekonomi.

"Negara yang besar bukan hanya karena ekonominya, tapi karena keberanian melindungi generasi mudanya. Kita tidak bisa membangun masa depan dengan membiarkan anak-anak hari ini hidup dalam budaya yang merusak," pungkas Puan.

Rekomendasi