Dinkes Jateng Catat 2.882 Pengidap HIV Triwulan III 2023, Terbanyak di Semarang
Selain Kota Semarang, disusul Kabupaten Kendal terdapat temuan 129 kasus HIV dan Kabupaten Jepara 127 kasus HIV
Kasus terbanyak berada di Kota Semarang yang mencapai 331 kasus dengan penderita temuan paling banyak pada laki-laki.
Dinkes Jateng Catat 2.882 Pengidap HIV Triwulan III 2023, Terbanyak di Semarang
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), mencatat ada 2.882 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) triwulan ke III 2023.
Dari ribuan kasus temuan HIV di Jateng itu, kasus terbanyak berada di Kota Semarang yang mencapai 331 kasus dengan penderita temuan paling banyak pada laki-laki.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Irma Makiah, mengatakan selain Kota Semarang, disusul Kabupaten Kendal terdapat temuan 129 kasus HIV dan Kabupaten Jepara 127 kasus HIV.
"Berdasarkan jenis kelamin, dari total itu 2.882, temuan pada laki-laki sekitar 67 persen 1.930 dan perempuan 33 persen 951," kata Irma Makiah, Selasa (5/12).
Dia menyebut temuan pada 2023 ini menurun dibanding 2022 kemarin. Sebab pada tahun sebelumnya tercatat ada 3.120 kasus.
"Namun untuk angka kematiannya ada peningkatan di 2023 ini, mencapai 224 kasus. Sementara di 2022 kematian ada 186 kasus," ungkapnya.
Penyebab faktor risiko penularan HIV di antaranya pengaruh era modern yang membuat pola pergaulan anak muda yang bebas dan tidak menggunakan pengaman saat melakukan hubungan seksual.
"Dan di catatan kami, paling tinggi karena heteroseksual diangka 1.970 orang dan homoseksual 867 orang," jelasnya.
Untuk upaya menekan angka penyebaran HIV, Dinkes Jateng terus melakukan edukasi dan penyuluhan yang bekerjasama dengan yayasan dan menyasar komunitas mulai dari lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT), pekerja seks, hingga penghuni lapas.
Tak hanya itu, orang dengan HIV sekarang juga bisa mengambil obat ARV di puskesmas atau tidak harus ke rumah sakit.
"Penyediaan obat ARV di puskesmas bertujuan memudahkan dan mendekatkan akses pelayanan bagi orang dengan HIV/AIDS. Selain itu juga memastikan mereka mengonsumsi obat secara rutin," pungkasnya.