Pemkab Bekasi Tambah Titik Pengungsian, Optimalkan Evakuasi Korban Banjir Bekasi
Hujan deras tanpa henti kembali melanda, Pemkab Bekasi sigap menambah titik pengungsian untuk mengoptimalkan evakuasi ribuan korban Banjir Bekasi yang meluas.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, telah meningkatkan jumlah titik pengungsian dari lima menjadi 15 per hari ini, Jumat (23/1). Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan evakuasi korban banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sepanjang hari. Hujan intensitas tinggi sejak Rabu (21/1) malam menyebabkan wilayah terdampak banjir kembali meluas secara signifikan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menjelaskan bahwa perluasan titik pengungsian dan dapur umum ini merespons hasil asesmen tim di lapangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak bencana. Banjir kini meluas di 17 kecamatan dan 51 desa, dengan total 30.649 KK terdampak.
Sebanyak 2.412 kepala keluarga (KK) telah dievakuasi ke 15 titik pengungsian yang tersebar di tujuh kecamatan paling parah. Tinggi muka air dilaporkan bervariasi antara 10 hingga 130 sentimeter di berbagai lokasi terdampak. Prioritas utama pemerintah daerah adalah penanganan aspek kedaruratan, termasuk evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Fokus Penanganan dan Evakuasi Korban Banjir Bekasi
Penambahan titik pengungsian ini merupakan respons cepat Pemkab Bekasi dalam menghadapi perluasan dampak banjir. Titik-titik pengungsian baru tersebut tersebar di tujuh wilayah kecamatan yang paling parah terdampak. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Babelan, Cikarang Utara, Karangbahagia, Sukakarya, Sukawangi, Tambun Selatan, dan Tambun Utara.
"Mengacu hasil asesmen tim di lapangan, kami segera merespons dengan menambah jumlah titik pengungsian maupun dapur umum untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir," kata Muchlis di Cikarang, Jumat. Lokasi pengungsian memanfaatkan fasilitas publik, rumah ibadah, pondok pesantren, hingga rumah tokoh masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan aspek kedaruratan. Ini mencakup evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang mengungsi akibat Banjir Bekasi. "2.412 KK (kepala keluarga) sudah kami evakuasi ke 15 titik pengungsian. Prioritas kami adalah memastikan warga terdampak berada di tempat yang aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi," ujarnya.
Petugas BPBD, dibantu unsur TNI, Polri, PMI, pemerintah kecamatan dan desa, serta relawan kebencanaan, terus melakukan pendataan lapangan dan distribusi bantuan logistik. Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, air bersih, selimut, matras, serta kebutuhan darurat lainnya bagi para korban Banjir Bekasi.
Dampak Luas dan Peringatan Kewaspadaan Banjir Bekasi
Banjir Bekasi tidak hanya merendam permukiman penduduk, tetapi juga berdampak signifikan pada sektor pertanian. BPBD mencatat bahwa 3.908,9 hektare lahan pertanian terendam banjir. Kondisi ini berpotensi besar mempengaruhi hasil panen dan pendapatan para petani di Kabupaten Bekasi.
Data BPBD Kabupaten Bekasi per Jumat (23/1) menunjukkan bahwa banjir meluas di 17 kecamatan dengan variasi tinggi muka air:
- Sukawangi: 30-130 sentimeter
- Tambun Utara: 30-120 sentimeter
- Cikarang Utara dan Cikarang Timur: 20-120 sentimeter
- Cabangbungin: 30-110 sentimeter
- Tambelang: 40-100 sentimeter
- Sukakarya: 10-100 sentimeter
- Kedungwaringin: 30-10 sentimeter
- Tambun Selatan: 30-90 sentimeter
- Karangbahagia: 10-80 sentimeter
- Babelan: 20-80 sentimeter
- Pebayuran: 10-80 sentimeter
- Cibitung: 10-70 sentimeter
- Sukatani: 40-60 sentimeter
- Tarumajaya dan Muaragembong: 20-50 sentimeter
Selain itu, banjir turut mengakibatkan musibah longsor di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan. Hujan deras masih terus mengguyur Kabupaten Bekasi hingga sore hari, tanpa tanda-tanda mereda.
Pihak BPBD terus melakukan pemantauan intensif mengingat potensi cuaca ekstrem dan Banjir Bekasi susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Muchlis mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat atau BPBD. "Kami minta masyarakat mengikuti informasi resmi dan tidak mengambil risiko, terutama di wilayah yang masih tergenang cukup dalam," tegasnya.
Sumber: AntaraNews