Pemerintah Jamin Nonton Bareng Piala Dunia 2026 Gratis, Dukung Akses Publik dan UMKM
Kementerian Hukum memastikan masyarakat dapat menikmati Nonton Bareng Piala Dunia 2026 secara gratis melalui LPP TVRI, membuka kesempatan luas bagi publik dan UMKM untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat ekonomi.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Hukum, memastikan akses gratis bagi masyarakat untuk menyaksikan seluruh pertandingan Piala Dunia FIFA 2026. Kebijakan ini memungkinkan individu, kelompok komunitas, dan pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk menyelenggarakan Nonton Bareng Piala Dunia 2026 melalui Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses publik terhadap acara olahraga internasional besar, sekaligus tetap menjunjung tinggi aturan kekayaan intelektual. Direktur Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Arie Ardian Rishadi, menyatakan bahwa kebijakan siaran gratis LPP TVRI merupakan bukti nyata kepastian hukum dan partisipasi publik.
Kebijakan inklusif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penyiaran yang sah dan menghilangkan persepsi bahwa perlindungan kekayaan intelektual selalu membatasi aktivitas ekonomi atau sosial. Terutama bagi UMKM yang sering mengandalkan acara komunal untuk menarik pelanggan, kebijakan ini memberikan peluang berharga.
Kebijakan Akses Publik dan Perlindungan Kekayaan Intelektual
Arie Ardian Rishadi, Direktur Penegakan Hukum pada DJKI Kementerian Hukum, menegaskan bahwa kebijakan siaran gratis LPP TVRI merupakan praktik terbaik dalam pengelolaan hak cipta dan hak terkait. Kebijakan ini memastikan kegiatan penyiaran mematuhi hukum sekaligus tetap dapat diakses oleh masyarakat luas.
Sebagai pemegang hak siar resmi turnamen, LPP TVRI telah menunjukkan pengelolaan kekayaan intelektual yang bertanggung jawab. Mereka membebaskan UMKM dan penyelenggara komunitas dari biaya lisensi untuk penayangan publik.
Langkah ini juga sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hak siar yang sah. Hal ini bertujuan untuk menepis anggapan bahwa perlindungan kekayaan intelektual justru menghambat kegiatan ekonomi atau sosial, terutama bagi usaha kecil.
Manfaat Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat
Direktur Utama LPP TVRI, Iman Brotoseno, menjelaskan bahwa siaran gratis ini bertujuan untuk memaksimalkan manfaat sosial dan ekonomi dari Piala Dunia 2026. Turnamen akbar ini akan diselenggarakan bersama oleh Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko pada Juni hingga Juli 2026.
LPP TVRI menyambut baik partisipasi institusi pemerintah pusat dan daerah, kelompok komunitas, organisasi, serta UMKM untuk menyelenggarakan Nonton Bareng. Izin yang dikeluarkan oleh LPP TVRI juga memungkinkan penyelenggara untuk bekerja sama dengan sponsor lokal, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal, memberikan peluang bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, kegiatan Nonton Bareng juga dapat mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Hak Siar dan Jadwal Pertandingan
LPP TVRI secara resmi telah mengamankan hak siar Piala Dunia 2026 pada 31 Desember 2025. LPP TVRI akan menayangkan seluruh 104 pertandingan, mulai dari babak penyisihan grup hingga final, tanpa biaya di saluran TVRI Sport dan TVRI Nasional.
Seluruh pertandingan akan disiarkan setiap hari mulai pukul 23.00 hingga 11.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Jadwal siaran ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan akses publik yang inklusif terhadap acara olahraga internasional besar.
Sumber: AntaraNews