Menko PM Soroti Potensi Ekonomi Piala Dunia 2026 Usai TVRI Raih Hak Siar
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyoroti besarnya Potensi Ekonomi Piala Dunia 2026 bagi masyarakat Indonesia, khususnya UMKM, setelah TVRI mendapatkan hak siar gratis. Simak peluang selengkapnya!
Jakarta, 10 Januari – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan adanya potensi ekonomi signifikan bagi masyarakat Indonesia. Potensi ini muncul seiring dengan keberhasilan Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) dalam memperoleh hak siar Piala Dunia 2026. Cak Imin, sapaan akrabnya, melihat momentum ini sebagai peluang besar untuk menggerakkan roda perekonomian lokal di seluruh penjuru negeri.
Menurut Abdul Muhaimin Iskandar, jaringan TVRI yang luas dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia merupakan kekuatan besar yang dapat dimanfaatkan. Kekuatan ini bisa menjadi katalisator bagi pergerakan ekonomi lokal, mulai dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), komunitas, hingga berbagai kegiatan ekonomi berbasis kerakyatan. Hal ini disampaikannya dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat lalu.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa siaran Piala Dunia tidak hanya berfungsi sebagai daya tarik bagi para pecinta sepak bola semata. Namun, event olahraga global ini juga berpotensi membuka pintu peluang ekonomi baru yang luas bagi masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha kecil dan industri ekonomi kreatif. Dengan pengelolaan yang tepat, dampak positifnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Jangkauan Luas TVRI dan Penggerak Ekonomi Lokal
Jaringan TVRI yang tersebar luas di seluruh Indonesia menjadi fondasi utama dalam memaksimalkan potensi ekonomi Piala Dunia 2026. Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa jangkauan ini memungkinkan siaran Piala Dunia dinikmati tidak hanya di perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah terpencil serta seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Kemampuan TVRI untuk menayangkan seluruh pertandingan secara terestrial atau free to air (FTA) memastikan akses yang merata bagi setiap warga negara.
Ketersediaan siaran gratis ini menjadi angin segar bagi UMKM dan komunitas lokal. Mereka dapat memanfaatkan momentum keramaian Piala Dunia untuk meningkatkan penjualan produk dan jasa. Misalnya, dengan mengadakan acara nonton bareng yang dapat mendorong konsumsi makanan, minuman, dan merchandise lokal. Inisiatif semacam ini secara langsung akan menggerakkan perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.
Pemerintah diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan TVRI untuk memastikan bahwa siaran Piala Dunia tidak hanya memberikan hiburan. Namun, juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pendukung dan promosi ekonomi lokal. Sinergi ini krusial untuk mengoptimalkan dampak positif dari hak siar yang telah diperoleh TVRI.
Piala Dunia 2026: Lebih dari Sekadar Tontonan
Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang tontonan olahraga, melainkan sebuah momentum ekonomi yang strategis. Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa jika dikelola dengan baik, event ini dapat memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat. Potensi ini mencakup berbagai sektor, mulai dari pariwisata lokal yang mungkin meningkat karena antusiasme, hingga peningkatan permintaan akan produk-produk ekonomi kreatif yang berkaitan dengan sepak bola.
Dengan 104 pertandingan yang akan diselenggarakan dari babak penyisihan hingga final, antusiasme masyarakat dipastikan akan sangat tinggi. Seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 akan ditayangkan melalui kanal TVRI Sport dan TVRI Nasional secara simultan. Jadwal siaran yang dimulai pukul 23.00 WIB hingga 11.00 WIB dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk menikmati setiap laga.
Pesta olahraga global ini akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menambah daya tarik internasionalnya. Penayangan gratis oleh TVRI akan memastikan bahwa tidak ada hambatan akses bagi masyarakat Indonesia untuk menyaksikan turnamen akbar ini. Hal ini secara tidak langsung juga dapat memicu kreativitas masyarakat dalam menciptakan produk atau layanan baru yang relevan dengan euforia Piala Dunia.
Kolaborasi Pemerintah dan TVRI untuk Kesejahteraan
Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan TVRI menjadi sorotan utama Abdul Muhaimin Iskandar. Kolaborasi ini bertujuan agar hak siar Piala Dunia 2026 dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat, bukan hanya sekadar hiburan. Dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan atau program fasilitasi dapat membantu UMKM dan pelaku ekonomi kreatif untuk lebih aktif berpartisipasi.
Misalnya, pemerintah dapat mendorong promosi produk UMKM melalui platform TVRI selama periode Piala Dunia. Atau, mengadakan pelatihan bagi komunitas untuk mengembangkan ide-ide ekonomi kreatif yang selaras dengan tema sepak bola. Langkah-langkah konkret ini akan memperkuat ekosistem ekonomi lokal dan memastikan bahwa manfaat Piala Dunia tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak.
Dengan demikian, sinergi antara lembaga penyiaran publik dan pemerintah menjadi kunci untuk mengubah euforia Piala Dunia menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Tujuannya adalah menciptakan dampak positif jangka panjang yang dapat meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews