Pelajar Laki-laki di Buleleng Dipukuli dan Dilecehkan Pria, Orang Tua Lapor Polisi
Peristiwa itu terjadi di Jalan Pulau Komodo, Kelurahan Bayuning Kabupaten Buleleng, Bali.
Seorang remaja yang berstatus pelajar berinsial PE (16) di Kabupaten Buleleng, Bali diduga dianiaya dan dilecehkan oleh seorang pria yang mempunyai hasrat seksual menyimpang. Dalam peristiwa tersebut, orang tua korban telah melaporkannya ke Polres Buleleng, Bali, pada Rabu (14/1).
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan, peristiwa itu terjadi di Jalan Pulau Komodo, Kelurahan Bayuning Kabupaten Buleleng, Bali, pada Selasa (13/1) sekitar pukul 23:00 WITA.
"Pelapor selaku orang tua korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Buleleng, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Iptu Yohana, saat dikonfirmasi, Jumat (16/1).
Kemudian, untuk terduga pelaku saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian Polres Buleleng, Bali.
Kronologi Kejadian
Untuk kronologinya, berawal dari korban sepulang dari rumah sakit setelah korban selesai menjenguk kakeknya. Kemudian, sesampainya di perempatan lampu merah di di Kelurahan Banyuning, tiba-tiba korban dihampiri oleh pelaku yang korban tidak kenal.
Pelaku diketahui diduga tuna wicara dan seakan-akan meminta pertolongan kepada korban untuk datang ke indekosnya. Kemudian korban mau menuruti keinginan pelaku.
Kemudian, sesampainya di parkiran kos pelaku, korban disuruh masuk ke kamar kosnya. Lalu, pelaku mengambil handphone miliknya dan mengetik pesan singkat untuk mengajak korban melakukan hubungan seksual yang menyimpang. Seketika, korban kaget membaca isi pesan di handphone milik pelaku.
Selanjutnya, korban langsung menolak ajakan itu. Lalu pelaku menawarkan sejumlah uang namun korban tetap menolak. Pada saat korban ingin pergi dari kamar kos pelaku, tiba-tiba handphone milik korban langsung direbut dan dilempar oleh pelaku hingga rusak.
Pelaku Menahan Korban
Kemudian, pelaku menahan lengan kanan korban dan langsung melakukan pemukulan menggunakan tangan kanan mengepal sebanyak satu kali mengenai hidung korban hingga mengeluarkan darah.
"Korban lalu berteriak meminta tolong, namun tidak ada seorang pun yang lewat di area kos tersebut," imbuhnya.
Kemudian, pelaku kembali melalukan pemukulan menggunakan tangan kanan mengepal mengenai kepala bagian atas dan bagian belakang secara berkali-kali. Beruntungnya, beberapa saat kemudian korban berhasil kabur dari kamar kos pelaku.
"Akibat kejadian tersebut korban mengalami sakit pada kepala bagian atas dan belakang. Dan handphone milik korban juga mengalami kerusakan parah dan mengalami kerugian sebesar Rp 12 juta," ujarnya.