Nasib Pilu Siswi SMP Dicabuli Tetangga dengan Iming-Iming Uang Rp50 Ribu
Korban sebelumnya ditelepon pelaku agar datang ke rumahnya.
Seorang siswi SMP inisial A (12) di Sematang Borang Palembang menjadi korban pencabulan yang dilakukan tetangganya sendiri, TN. Pelaku melakukan itu dengan iming-iming diberi uang Rp50 ribu.
Peristiwa itu terjadi saat korban tinggal sendiri di rumahnya pada Kamis (31/1). Remaja putri itu tiba-tiba ditelpon pelaku untuk datang ke rumahnya yang tinggal bertetangga.
Merasa sudah sangat dekat dan menganggap keluarga sendiri, korban pun mengaminkan dan segera menemuinya. Korban sama sekali tidak berprasangka buruk kepada tetangganya itu.
Sesampainya di rumah, korban disuruh duduk dan tanpa basa-basi dipaksa pelaku memegang alat kelaminnya. Korban menolak dan berusaha melawan.
Pelaku beringas
Tak ingin perbuatannya diketahui orang lain, pelaku membujuk korban dengan iming-iming akan memberinya uang Rp50 ribu. Korban bersikukuh tidak menuruti kemauan pelaku.
Namun pelaku semakin beringas hingga memaksa korban melakukannya. Saat perbuatan itu terjadi, tetangga pelaku tak sengaja memergokinya dan berteriak.
Saksi lantas menghubungi orangtua korban dan menemui pelaku namun mendapat bantahan.
Keluarga pun sepakat melanjutkan perkara ini ke polisi. Mereka berharap TN ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Saya tidak terima anak saya digituin, untung ada tetangga lihat," ungkap ayah korban, MS (40), saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Selasa (5/8).
MS mengaku tak menyangka TN nekat berbuat demikian. Sebab selama bertetangga, dia dikenal orang yang baik dan peduli sesama.
"Benar-benar di luar akal sehat kami, kenapa juga anak saya yang jadi korban," kata MS.
Kanit SPK Polrestabes Palembang Ipda Erwin mengatakan, laporan telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak untuk diproses lebih lanjut. Pelapor juga telah menyiapkan saksi dan bukti kuat untuk memudahkan penyidik memprosesnya.
"Tinggal pemeriksaan saksi, penyidik segera mengamankan terlapor jika petunjuknya kuat," kata Erwin.