Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA memastikan komitmennya untuk membantu menyebarluaskan berbagai manfaat dari kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Komitmen ini juga didukung oleh TVRI dan RRI, yang akan menjadi mitra dalam mengamplifikasi berita-berita positif terkait dampak KEK bagi masyarakat, ekonomi Indonesia, budaya, serta identitas Bali itu sendiri.
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menyampaikan hal tersebut di Denpasar, Senin, di sela mendampingi Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI. Kunjungan ini menemukan bahwa banyak dampak positif dari proyek strategis pemerintah ini belum tersorot secara luas.
Benny menyoroti adanya sejumlah pemberitaan yang justru hanya menyoroti dampak negatif tanpa didasari data dan fakta resmi dari pemerintah daerah, legislatif, maupun investor PT Bali Turtle Island Development (BTID) selaku pengelola kawasan. Oleh karena itu, ketiga lembaga penyiaran negara ini akan berupaya memberikan perspektif yang lebih seimbang dan faktual.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis Lembaga Penyiaran dalam Mengamplifikasi Manfaat KEK Kura Kura Bali
Setelah mendengarkan berbagai penjelasan, Benny Siga Butarbutar menemukan bahwa kawasan KEK Kura Kura Bali di tengah Pulau Serangan ini memberikan manfaat besar yang selaras dengan prinsip masyarakat Bali. Manfaat tersebut tidak hanya mencakup aspek ekonomi, tetapi juga penjagaan terhadap budaya, karakter, dan identitas masyarakat lokal.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menerima jawaban dari pihak pemerintah pusat dan investor Kura Kura Bali, PT BTID, yang menjelaskan bahwa seluruh prosedur dan aturan investasi di Indonesia, khususnya di Pulau Dewata, telah dipenuhi. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan tersebut tidak melanggar ketentuan, justru berpotensi menciptakan lapangan kerja yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, yang memimpin rombongan kunjungan kerja, meminta ANTARA, TVRI, dan RRI untuk terus aktif mengikuti perkembangan kawasan. Beliau menekankan pentingnya mempromosikan proyek strategis nasional ini dari kacamata positif, serta memotret perjalanan pembangunan, terutama untuk pengembangan pariwisata.
Advertisement
Advertisement
Potensi Besar KEK Kura Kura Bali untuk Pembangunan dan Ekonomi Lokal
Salah satu infrastruktur penting yang akan dibangun di KEK Kura Kura Bali adalah marina bertaraf internasional. Infrastruktur ini diharapkan dapat menjadi simbol modernisasi baru yang perlu dilihat dari perspektif kebermanfaatannya bagi Bali dan Indonesia.
Selain itu, pemerintah pusat juga membuka wacana pengembangan pusat keuangan khusus atau International Financial Centre di kawasan tersebut. Kehadiran fasilitas-fasilitas ini akan semakin memperkuat posisi KEK Kura Kura Bali sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dengan amplifikasi informasi yang tepat mengenai KEK Kura Kura Bali sesuai tujuan pembangunannya, peluang Bali untuk meningkatkan pariwisata, terutama menggeser pariwisata massal ke pariwisata berkualitas, akan semakin besar. Masyarakat lokal di lahan seluas 498 hektare ini akan merasakan dampak positif yang meluas, karena berbagai infrastruktur pariwisata, pendidikan, kesehatan, dan hiburan akan terintegrasi dalam satu kawasan.
Advertisement
Advertisement
Tantangan dan Komitmen Pengawasan Pembangunan Kawasan
Benny Siga Butarbutar mengakui adanya perdebatan seputar pengembangan KEK Kura Kura Bali. Oleh karena itu, ANTARA memposisikan diri untuk terus hadir mengawal isu-isu yang bergulir, memastikan informasi yang disampaikan akurat dan berimbang.
Evita Nursanty juga menambahkan bahwa pembangunan KEK Kura Kura Bali masih terus berlanjut dan baru mencapai 15 persen dari total lahan yang akan dibangun. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan matang dalam melanjutkan proses pembangunan ke depannya.
Pengawasan ketat dari DPR RI dan komitmen lembaga penyiaran negara diharapkan dapat memastikan bahwa pengembangan KEK Kura Kura Bali berjalan sesuai rencana, memberikan manfaat maksimal, serta meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul.
Advertisement
Sumber: AntaraNews