PBNU Bentuk Satgas Bantu Program Makan Bergizi Gratis, Ini Tugasnya
Gus Yahya mengaku sudah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pembentukan satgas untuk membantu program MBG.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf membentuk satuan tugas (Satgas) akselarasi untuk berkontribusi dalam program makan bergizi gratis (MBG). Satgas ini akan mengidentifikasi titik-titik yang dapat dijadikan dapur MBG, khususnya di pesantren.
"Saya sudah bertemu dengan kepala Badan Gizi Nasional Bapak dan PBNU sudah membentuk khusus satuan tugas akselerasi untuk kontribusi NU dalam program Makan Bergizi Gratis ini, dan segera sudah bekerja untuk mengidentifikasi titik-titik yang bisa dijadikan pusat-pusat layanan, yaitu dapur-dapur untuk makan bergizi gratis, khususnya di pesantren-pesantren," kata Gus Yahya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/2).
Dia mengaku sudah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pembentukan satgas untuk membantu program MBG. Prabowo mendorong agar program makan bergizi gratis bisa menjangkau semua penerima manfaat.
"Karena beliau juga punya target-target yang sangat progresif, dan saya kira kami merasa berkewajiban untuk membantu dengan sekuat-kuatnya agar target-target itu bisa tercapai," jelasnya.
5 Juta Santri Penerima Manfaat MBG
Yahya menyampaikan ada 5 juta santri yang menjadi sasaran penerima program MBG. Dia menuturkan PBNU siap membantu agar semua santri bisa mendapat makan bergizi gratis.
"Kami setelah diberi tahu, diberi informasi oleh kepala BGN bahwa semua 5 juta itu masuk dalam target program MBG ini, jangan sampai ada yang kelewatan," ujarnya.
"Maka sekarang tugas kami dengan jaringan yang kami miliki adalah mengidentifikasi dimana titik-titik yang bisa menjadi tempat penempatan pusat-pusat layanan atau dapur-dapur untuk MBG tersebut," sambung Yahya.
Target 15 Juta Anak Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menargetkan 15 juta anak-anak Indonesia telah mendapat makan bergizi gratis di September 2025. Dia menekankan program tersebut harus menyasar semua anak-anak Indonesia pada akhir 2025.
"Untuk Januari sampai April 2025 program ini sasarannya adalah 3 juta anak. Bulan April sampai Agustus 2025 akan menuju 6 juta anak. September kita harapkan 15 juta anak. Dan akhir 2025 target kita adalah semua anak-anak Indonesia bisa dapat makan bergizi," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (22/1).
Dia menyampaikan hingga kini program yang dimulai pada 6 Januari 2025 ini telah melayani 650.000 anak-anak di 31 provinsi. Prabowo menuturkan keberhasilan ini berkat kerja keras semua jajaran menteri dan pemerintah daerah.
"Terima kasih kerjasama ini. Seluruh kementerian/lembaga ikut mengamankan dan menyukseskan program ini. Kita akan bersinergi dengan pemerintah daerah, gubernur, bupati, walikota, dan seluruh perangkat daerah," ujarnya.
Prabowo mengatakan makan bergizi gratis bertujuan agar anak-anak Indonesia menjadi kuat dan cerdas. Dia optimistis kemampuan akademis anak-anak akan meningkat kedepannya.
"Ini adalah masalah strategis. Kita memperkuat masalah Indonesia. Anak-anak Indonesia harus kuat harus cerdas harus semangat harus sekolah dengan baik. Saya percaya dalam waktu yang tidak lama kita akan melihat peningkatan hasil kemampuan akademis anak-anak kita," tutur Prabowo.