Pasrah dan Melas, Potret Penangkapan 4 Pelaku Penculikan Kepala Cabang Bank di Jaktim
Terlihat kabel ties merah melilit pergelangan ketiga pelaku. Mereka berjalan beriringan didampingi Tim Subdit IV Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Tim Subdit IV Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap empat pelaku penculikan yang berujung pembunuhan terhadap IP (37), seorang kepala cabang sebuah bank di Jakarta. Satu pelaku diringkus di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat berupaya melarikan diri ke kampung halaman.
Dalam video yang diterima Liputan6.com, Jumat (22/8), polisi tampak menggiring pelaku berinisial AT, RS, dan RAH ke Polda Metro Jaya. Mereka ditangkap di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat.
Terlihat kabel ties merah melilit pergelangan ketiga pelaku. Mereka berjalan beriringan didampingi Tim Subdit IV Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Satu pelaku mengenakan singlet abu-abu, sementara dua lainnya berkaos hitam. Wajahnya tampak pasrah dibawa untuk menjalani proses hukum.
Berbeda dengan tiga pelaku yang ditangkap berpenampilan lusuh, tersangka berinisial EW alias Eras berpakaian ala liburan. Dia diringkus petugas saat berada di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tampangnya terlihat bingung, namun berujung pasrah. Topi hitam yang dikenakannya jadi berguna untuk menutupi wajah dari pandangan masyarakat di bandara.
Meski tanpa kabel ties atau borgol di pergelangan tangan, dia dipepet tiga petugas kepolisian dan terus berjalan meninggalkan bandara.
Diculik di Parkiran Pusat Perbelanjaan
Sebelumnya, para pelaku diketahui menculik korban IP di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Ciracas, Jakarta Timur, yang berujung ditemukan tewas di Bekasi, Jawa Barat.
Kematian IP, Kepala Cabang sebuah bank ternama di Jakarta, menggegerkan publik. Jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Kaki, tangan, dan kepalanya dililit lakban hitam.
IP dilaporkan diculik secara misterius di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Dia disergap saat hendak masuk ke mobilnya. Esok harinya, tubuhnya ditemukan tergeletak tak bernyawa di sebuah lahan kosong di Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Polisi bergerak cepat. Empat pelaku telah ditangkap, namun eksekutor utama pembunuhan masih buron. Sayangnya, hingga kini, motif di balik penculikan dan pembunuhan ini masih jadi teka-teki.
Keluarga korban menuntut kejelasan dan keadilan. Mereka meminta kepolisian tak hanya menangkap seluruh pelaku, tapi juga mengungkap motif sebenarnya.
"Harapannya pelaku segera ditangkap semua, dihukum seberat-beratnya dan dihukum setimpal," tegas Intania Rizky Utami, adik ipar korban.
Otak Pelaku Masih Buron
Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Charles Bagaisar mengatakan, pihaknya masih mendalami dalang penculikan dan pembunuhan IP.
Detik-detik penculikan IP, terekam jelas dalam kamera CCTV pusat perbelanjaan kawasan Ciracas. Dalam video, IP terlihat berjalan santai menuju mobil hitam miliknya. Dia mengenakan batik cokelat dan celana krem. Tidak ada tanda-tanda curiga.
Hingga saat dia membuka pintu mobilnya, tiba-tiba tiga pria tak dikenal muncul dari arah samping kanan. Ketiganya langsung menyergap IP. IP tampak mencoba melawan, namun kalah jumlah. Tubuhnya didorong, diseret, lalu dipaksa masuk ke dalam mobil putih yang sudah siaga tepat di sebelah mobilnya.
Aksi brutal itu hanya berlangsung beberapa detik sebelum mobil pelaku melaju cepat meninggalkan lokasi. Salah satu rekan kerja IP sempat melihat mobil putih tersebut kabur dari lahan parkir. Rasa curiga langsung muncul, namun sudah terlambat.
Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Charles Bagaisar mengatakan, sebelum disergap, IP baru saja menyelesaikan rapat dengan rekan-rekan kerjanya.
"Korban habis meeting kantor, sama teman-teman kantornya juga," ucapnya.
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh seorang penggembala sapi yang melintas di lapangan kawasan Tegal Masni, Desa Cilangkara, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8).
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada perangkat RT dan RW setempat sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.
"Awalnya ada pengembala sapi di sekitar lokasi melihat mayat, setelah itu dia laporan ke RT RW setempat hingga akhirnya laporan itu diterima polsek," jelas Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma Sitompul.
Hotma menyebut, jenazah ditemukan sekira pukul 05.30 WIB. Kondisi jenazah sangat mengenaskan. Bagian kaki, kepala, dan wajah korban dililit lakban berwarna hitam.
"Ada luka lebam akibat benda tumpul di bagian wajah korban," kata Hotma.
Beberapa jam setelah ditemukan, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan autopsi.
Sesampainya di RS Polri, jasad langsung dibawa ke instalasi forensik. Beberapa rekan kerja korban terlihat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.