PAPDI Sumbar Gelar Pengobatan Gratis Korban Banjir di Pasaman Barat, Libatkan Dokter Spesialis
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sumbar memberikan pengobatan gratis korban banjir di Pasaman Barat, menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak.
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sumatera Barat (Sumbar) baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan pengobatan gratis bagi warga terdampak banjir di Desa Baru, Kabupaten Pasaman Barat. Inisiatif kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian PAPDI Sumbar terhadap kondisi kesehatan masyarakat setelah dilanda bencana alam. Kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Mandiangin, menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam membantu pemulihan warga.
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengobatan ini, PAPDI Sumbar turut menggandeng tenaga medis dari Puskesmas Desa Baru. Kolaborasi ini memastikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan terkoordinasi bagi para korban banjir. Sebelumnya, pengobatan juga dilakukan bersama Puskesmas IV Koto Kinali di Mandiangin.
Bakti sosial berupa pengobatan gratis ini menjadi salah satu bentuk perhatian serius dari para tenaga medis profesional. Dokter spesialis penyakit dalam secara langsung turun ke lapangan untuk memeriksa dan memberikan penanganan medis. Mereka berupaya maksimal untuk meringankan beban kesehatan yang dialami oleh warga setelah bencana.
Kolaborasi Tenaga Medis dalam Penanganan Korban Banjir
Dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan optimal, PAPDI Sumbar mengerahkan tim medis yang solid. Gina Alecia menyebutkan bahwa di Desa Baru dan Mandiangin, masing-masing tiga orang dokter spesialis penyakit dalam terlibat langsung. Selain itu, tujuh dokter yang sedang menempuh pendidikan spesialis penyakit dalam juga turut serta dalam aksi pengobatan gratis ini.
Keterlibatan tenaga kesehatan dari dua puskesmas yang dikunjungi, yakni Puskesmas Desa Baru dan Puskesmas IV Koto Kinali, semakin memperkuat tim. Mereka bekerja sama untuk menjangkau lebih banyak warga dan memberikan penanganan yang sesuai. Sinergi antara organisasi profesi dokter spesialis dan fasilitas kesehatan primer ini sangat krusial dalam situasi pasca-bencana.
Pengobatan gratis ini tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit akut. Tim medis juga memberikan edukasi kesehatan dasar dan pencegahan penyakit yang sering muncul setelah banjir. Hal ini penting untuk memastikan kesehatan jangka panjang masyarakat di daerah terdampak bencana.
Dukungan Berkelanjutan dari Berbagai Pihak Medis
Perhatian terhadap kesehatan warga terdampak banjir di Pasaman Barat terus dilakukan secara maksimal oleh berbagai pihak. Sebelum aksi PAPDI Sumbar, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pasaman Barat juga telah melaksanakan kegiatan serupa. IDI Cabang Pasaman Barat aktif memberikan pengobatan gratis dan pembagian sembako kepada warga di dua lokasi bencana alam.
Gina Alecia menambahkan bahwa IDI Pasaman Barat sebelumnya telah menjangkau beberapa wilayah. "Sebelumnya IDI Pasaman Barat juga melakukan pengobatan gratis di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Koto Sawah Ranah Salido dan Kecamatan Lembah Melintang," ujarnya. Ini menunjukkan cakupan layanan kesehatan yang luas dan terkoordinasi di seluruh wilayah terdampak.
Selain kegiatan bakti sosial, seluruh puskesmas yang ada di Pasaman Barat juga menunjukkan kesiapsiagaan tinggi. Mereka siaga penuh dan terus melakukan pelayanan serta pengobatan sejak hari pertama bencana alam terjadi. Pelayanan dan pengobatan keliling juga aktif dilakukan, dilengkapi dengan penyediaan mobil ambulans untuk kondisi darurat. Setiap puskesmas di wilayah kerjanya masing-masing berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Sumber: AntaraNews