Pangkat Luar Biasa dari Luka Polisi Korban Kerusuhan Pengunjuk Rasa
Sejumlah polisi mengalamil luka saat mengawal demonstrasi pekan lalu.
Senyum ikhlas tampak terpulas pada wajah personel Polres Karawang, Aiptu Sandy Tatiady Koswara (44), meski kini duduk di atas kursi roda. Ia masih mesti menjalani perawatan imbas tempurung kepalanya kena lemparan batu saat mengawal aksi unjuk rasa, pada Jumat 29 Agustus lalu.
Kepada wartawan, ia mengaku tak mengira insiden itu bakal menimpa dirinya. Sebab, kejadiannya begitu cepat.
“Kemudian tiba-tiba ada bunyi petasan dan lemparan batu. Dan akhirnya saya terkena lemparan batu,” ujarnya dengan kepala yang masih diperban.
Meski tak sampai tak sadarkan diri, luka yang diderita Sandy rupanya cukup berat. Usai mendapat penanganan medis pertama, pun diboyong ke rumah sakit.
Dokter di sana pun melakukan pemeriksaan, termasuk scan kepada Sandy. Rupanya lemparan batu itu mengakibatkan tempurung kepala dia retak hingga perlu dioperasi.
“Jadi [bagian yang retak] si tempurung itu diganti sama titanium. Begitu kurang lebih,” ucap dia.
Kendati mengalami insiden itu, ia mengaku mendapat pelajaran berharga. Atas dedikasinya, Iptu Sandy pun menjadi salah satu personel di lingkup Polda Jabar yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dari Aiptu, pangkatnya naik menjadi Ipda.
“Ada hikmahnya di balik semua kejadian ini. Ya, kami bersyukur kepada Allah SWT,” ujarnya pelan.
Ia tak sendiri, anggota Polres Indramayu Adzulfaqqor, mengalami patah pergelangan tangan saat hendak mengamankan pendemo yang diduga melakukan tindak anarkis. Kini tangan kanannya pun mesti diberi menyangga.
“Karena sudah tidak kondusif, diperintahkan untuk mengamankan massa aksi,” kata dia.
Atas dedikasinya, ia yang baru menjadi anggota polri selama dua tahun itu pun memperoleh kenaikan pangkat dari Bripda ke Briptu.
Jumlah Polisi Korban Kerusuhan Pendemo
Selain mereka, ada dua personel lain yang mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa lantaran menderita luka berat saat pengamanan aksi unjuk rasa. Mereka adalah anggota Polres Cianjur Nova Bhayangkara dari AKP ke Kompol dan anggota Polda Jabar Sherlyta Putri dari Bripda ke Briptu.
Terkait ini, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan bahwa kenaikan pangkat luar biasa ini merupakan bentuk penghargaan langsung dari pimpinan Polri atas dedikasi mereka dalam menjalankan peran mengawal aksi unjuk rasa.
“Saya berterima kasih kepada semuanya, para korban 81 korban tersebut dan khususnya 4 orang ini. Dan kita doakan semuanya dapat pulih kembali seperti biasa dan menjalankan tugasnya,” kata dia.