Pakar Iklim UNP Prediksi Sumatera Barat Minim Dampak El Nino Kuat 2026
Prediksi terkini dari pakar iklim Universitas Negeri Padang (UNP) menyebut Sumatera Barat tidak akan terdampak signifikan oleh El Nino kuat 2026, berbeda dengan wilayah berpola monsun. Ketahui lebih lanjut mengenai dampak El Nino Sumbar dan mengapa wilaya
Pakar cuaca dan iklim dari Universitas Negeri Padang (UNP), Nofi Yendri Sudiar, memprediksi bahwa Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tidak akan terdampak langsung oleh fenomena El Nino kuat. Fenomena yang juga dikenal sebagai El Nino Godzilla ini diperkirakan tidak akan memberikan pengaruh signifikan di wilayah tersebut.
Nofi Yendri Sudiar menjelaskan bahwa tidak semua daerah di Indonesia akan merasakan dampak El Nino kuat secara merata. Sumatera Barat, menurutnya, menjadi salah satu daerah yang relatif aman dari potensi kekeringan parah akibat fenomena iklim ini.
Prediksi ini didasarkan pada karakteristik iklim Sumbar yang memiliki intensitas curah hujan tinggi sepanjang tahun, rata-rata 200 milimeter per bulan. Selain itu, pola musim ekuatorial yang berlaku di Ranah Minang turut memperkuat ketahanan wilayah ini terhadap El Nino.
Mengapa Sumatera Barat Tidak Terdampak Signifikan?
Sumatera Barat memiliki pola iklim ekuatorial yang unik, ditandai dengan dua puncak musim hujan setiap tahunnya. Puncak musim hujan ini biasanya terjadi pada bulan Maret hingga April serta Oktober hingga November, memastikan pasokan air tetap terjaga. Kondisi ini sangat berbeda dengan daerah lain yang bergantung pada pola monsun.
Intensitas curah hujan yang tinggi secara konsisten menjadi faktor utama mengapa dampak El Nino kuat di Sumbar tidak akan signifikan. Curah hujan bulanan yang mencapai 200 milimeter membuktikan kapasitas wilayah ini dalam menghadapi periode kering. Hal ini memberikan keuntungan alami bagi Sumbar dalam mitigasi risiko kekeringan.
Meskipun El Nino kuat diprediksi terjadi pada tahun 2026 oleh ahli meteorologi dunia, potensi kekeringan di Sumbar diperkirakan tidak akan sebanding dengan daerah lain. Karakteristik geografis dan iklim Sumbar memberikan perlindungan alami terhadap fenomena iklim ekstrem ini.
Wilayah Berpola Monsun Berpotensi Terdampak El Nino Godzilla
Berbeda dengan Sumatera Barat, fenomena El Nino Godzilla justru diperkirakan akan melanda wilayah-wilayah yang masuk dalam pola monsun. Daerah-daerah ini meliputi Lampung, Sumatera Selatan, Pulau Jawa, Kalimantan, Bali, hingga Papua. Wilayah-wilayah tersebut rentan mengalami kekeringan ekstrem akibat El Nino kuat.
Pakar Nofi Yendri Sudiar secara spesifik menyebutkan bahwa daerah seperti Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian Kalimantan, dan sebagian Sulawesi akan sangat terdampak. Dampak yang paling mungkin terjadi adalah kekeringan berkepanjangan yang bisa mengancam sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.
Kekeringan di wilayah berpola monsun dapat memicu berbagai masalah serius, mulai dari gagal panen hingga krisis air bersih. Oleh karena itu, persiapan dan strategi mitigasi yang matang sangat diperlukan di daerah-daerah tersebut untuk menghadapi El Nino kuat.
Antisipasi dan Rekomendasi Menghadapi Dampak El Nino
Meskipun Sumatera Barat diprediksi minim dampak, potensi El Nino kuat secara nasional pada tahun 2026 tetap memerlukan kewaspadaan. Pemangku kepentingan di seluruh wilayah Indonesia perlu mengantisipasi berbagai ancaman seperti gagal panen, kekeringan, masalah kesehatan, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Nofi Yendri Sudiar memberikan beberapa rekomendasi penting untuk pemerintah dan masyarakat dalam menyikapi ancaman El Nino kuat. Salah satunya adalah bagi petani di daerah rawan El Nino untuk mengatur ulang masa tanam, termasuk menyesuaikan tanaman yang cocok di saat kemarau.
Selain itu, pengawasan rutin terhadap area hutan dan lahan sangat krusial untuk mencegah karhutla. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat musim kemarau, guna menghindari risiko kebakaran. Pencegahan pembukaan lahan pertanian baru dengan cara dibakar juga harus menjadi perhatian serius.
Sumber: AntaraNews