Oknum TNI Bekingi Produksi dan Peredaran Miras di Wamena Papua
Pelaku yang ditangkap mengaku ada oknum TNI yang terlibat dalam produksi dan peredaran miras di Wamena.
Ketua Forum Pemberantasan Miras dan Napza Provinsi Papua Pegunungan Theo Hesegem menyayangkan adanya keterlibatan oknum prajurit Tentara Nasional Indonesia, dalam peredaran miras di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Menurut Theo, jumlah orang Papua sudah sedikit, dengan demikian siapa pun orang Papua harus berhenti konsumsi miras. Dan dia meminta warga jika menemukan tempat penjualan miras, ganja atau narkoba segera melapor ke pihak berwenang.
"Jika ada keterlibatan oknum aparat TNI atau Polri bisa melaporkan kepada kami. Karena kami Forum Pemberantasan Miras dan Napza tidak ada toleransi. Kami akan laporkan kepada petinggi Institusi TNI maupun Polri agar dihukum sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini," ucap Theo Hesegem.
Sampai Tolikara
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Jayapura, melalui Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, bersama Forkopimda setempat, menangkap 6 orang, yang disinyalir sebagai pelaku penjual miras di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pengunungan.
"Nah, dari keenam pengedar miras yang ditangkap, salah satu pelaku mengakui, bahwasannya ada keterlibatan oknum prajurit TNI dalam peredaran miras di Kota Wamena," ucap Hesegem.
Theo bercerita, keterlibatan oknum prajurit TNI ini, selain peredaran miras, ia juga membeking produksi miras di Kota Wamena, hingga pendistribusiannya sampai ke Kabupaten Tolikara.
"Untuk oknum prajurit TNI dari Satgas Elang, akan kami audensi dengan Dandim 1702/Jayawijaya, juga akan menyurati secara resmi kepada Pangdam XVII/Cenderawasih, atas perbuatan seorang prajurit TNI ini," ungkap Thoe Hesegem.
6 botol
Keenam pelaku ditangkap kemarin oleh Pemda Jayawijaya, Polres Jayawijaya dan Forum Pemberantasan Miras dan Napza Papua Pegunungan.
"Ya, semalam kami berhasil menangkap 6 orang pengedar miras, di antaranya 2 anak Papua, dan 4 orang warga nusantara," ucap Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere.
Menurut Ronny Elopere, untuk kedua orang Papua ditangkap di Jalan Safri Darwin (kompleks barak satpol PP). Dan 4 orang warga nusantara ditangkap di belakang Pasar Potikelek, Kota Wamena.
Dari hasil razia tersebut, tutur Wakil Bupati Jayawijaya, ditemukan barang bukti miras jenis Wiro sebanyak 6 botol, yang tersimpan di salah satu lemari di kompleks barak Satpol PP. Dan 3 buah galon dan 1 botol plastik jenis cap tikus, yang disembunyikan di kamar mandi, dirumah milik Lambertus Kuway, di belakang Pasar Potikelek.
Disinggung soal razia tersebut, bagi Wakil Bupati Jayawijaya, miras telah menimbulkan berbagai masalah, seperti penikaman, perang suku hingga melakukan hubungan seksual tanpa kontrol yang menimbulkan tingginya angka kematian akibat HIV-AIDS.