Momen Menlu Sugiono Pulang Kampung ke Aceh Sebelum Terbang ke Rusia
Kedatangan Sugiono ke Aceh sebenarnya sekadar singgah karena pesawatnya transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Rusia.
Sehari setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu) Sugiono pulang ke kampung halamannya di Aceh.
Namun bukan untuk napak tilas, kedatangan Sugiono ke Aceh sebenarnya sekadar singgah. Pesawat yang akan membawanya terbang ke Rusia transit Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.
Di Rusia, Sugiono mewakili Indonesia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS, di Kazan, Rusia, yang berlangsung pada 22-24 Oktober.
“Terima kasih sekali. Tadinya hanya rencana transit saja, malah disambut di sini. Jadinya kunjungan pertama menteri luar negeri Indonesia ya ke kampung sendiri di Aceh,” kata Sugiono.
Di Bandara SIM, Sugiono disambut Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Diwarsyah, didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.
Sugiono merupakan putra asli Aceh yang dipercaya sebagai menteri pada Kabinet Merah Putih. Ia lahir di Takengon, Aceh Tengah, pada 11 Februari 1979.
Dia menempuh pendidikan SD di kota kelahirannya, Takengon, sebelum menghabiskan masa SMP di Banda Aceh.
Pada tahun 1994-1997, Sugiono menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah.
Sugiono sempat menempuh pendidikan di Norwich Military Academy, Amerika Serikat. Program beasiswa itu ditujukan bagi lulusan SMA Taruna Nusantara untuk menimba ilmu ke perguruan tinggi militer di AS.
Sugiono kemudian mengikuti pendidikan calon perwira TNI dan lulus pada tahun 2002 dengan pangkat Letnan Dua korps Infanteri. Sugiono juga pernah menjabat sebagai sekretaris pribadi Prabowo.
Di Senayan, Sugiono menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR yang membidangi isu-isu pertahanan dan luar negeri sekaligus Ketua Fraksi Gerindra di MPR.
Di Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo, tak hanya Sugiono yang berasal dari Aceh. Ada dua putra Aceh lainnya yakni Teuku Riefky Harsya yang mengisi pos Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), dan Nezar Patria yang dipercaya menjadi Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi).