Misteri Asal Usul Macan Tutul Terobos Rumah Warga di Bandung
Asal-usul macan tutul masih menjadi teka-teki. Vitriana Yulalita, Kepala SKW V dari BBKSDA Jawa Barat, belum dapat memastikan sumber kedatangannya.
Seekor macan tutul memasuki rumah penduduk di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Rabu (5/2). Hewan tersebut berhasil dievakuasi dan sementara waktu diamankan di kantor Polsek Pacet, di mana macan tutul tersebut ditempatkan dalam kandang besi khusus milik BBKSDA Jawa Barat.
Hingga saat ini, asal usul macan tutul tersebut masih menjadi teka-teki. Vitriana Yulalita, Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V BBKSDA Jawa Barat, mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan dari mana macan tersebut berasal.
"Saya belum bisa menyimpulkan," ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Mapolsek Pacet.
Saat ini, tim dari BBKSDA tengah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan buas yang dikenal dengan nama ilmiah Panthera pardus melas. Meskipun demikian, mereka juga mengumpulkan informasi dari warga setempat.
"Tadi cerita dari masyarakat yang melihat langsung ini ditemukan di lokasi yang tidak biasa, tapi mungkin saja karena kejadian-kejadian sebelumnya macan tutul ini ditemukan di permukiman, karena di sini juga sepertinya dekat dengan kawasan hutan, meskipun itu apakah hutan lindung maupun hutan konservasi, saya belum bisa menentukan dia berasal dari mana," tegasnya.
Tim kesehatan hewan pun melakukan pemeriksaan awal, di mana beberapa petugas terlihat memberikan air minum kepada macan tersebut, dan auman macan dewasa itu terdengar beberapa kali.
Selanjutnya, Vitriana menyatakan bahwa BBKSDA akan melakukan pemeriksaan kesehatan lebih mendalam terhadap macan tutul tersebut. Hewan ini direncanakan akan direhabilitasi di balai konservasi yang terletak di Cikembulan, Garut. Dia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tidak mengambil tindakan merugikan terhadap hewan yang dilindungi ini.
"Kita fokus ke kondisi macan ya tadi sudah dilakukan penanganan sementara dan dibantu oleh masyarakat. Alhamdulillah masyarakat sekitar sini paham bahwa macan tutul satwa dilindungi, sehingga melakukan penanganan supaya macan tutulnya tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, dilukai atau dibunuh," jelasnya.
Polisi Tangkap Macan Tutul
Polisi menerima laporan dari masyarakat mengenai insiden tersebut. Mereka segera melakukan koordinasi dengan BBKSDA dan pihak pemadam kebakaran.
"Kami mendapatkan laporan dari warga bahwa terdapat hewan macan tutul yang berkeliaran. Kami langsung menuju lokasi kejadian dan Alhamdulillah, macan tutul tersebut berhasil ditangkap dan diamankan. Hewan itu kemudian dibawa ke polsek untuk penanganan lebih lanjut," ujar Kapolsek Pacet, AKP Asep Mulia Warga Santosa.
Ketika ditanya tentang adanya laporan warga yang terluka, pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka belum menerima informasi tersebut. "Saat ini belum ada laporan mengenai korban, tetapi kami akan mencari informasi lebih lanjut," tegasnya.