Pengakuan Penjaga Hotel Anugrah Bandung Banyak Istighfar Usai Lihat Macan Tutul

Seekor macan tutul liar tiba-tiba muncul dan masuk ke hotel yang sudah delapan bulan tak beroperasi.

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Pengakuan Penjaga Hotel Anugrah Bandung Banyak Istighfar Usai Lihat Macan Tutul
Pengakuan Penjaga Hotel Anugrah Bandung Banyak Istighfar Usai Lihat Macan Tutul (Merdeka.com)

Suasana mencekam sempat terjadi di Hotel Anugrah, Jalan Padasaluyu, Kecamatan Sukasari, Bandung, Senin (6/10) pagi.

Seekor macan tutul liar tiba-tiba muncul dan masuk ke hotel yang sudah delapan bulan tak beroperasi.

Nasimah (42), penjaga hotel, menjadi saksi pertama saat hewan itu turun perlahan dari lantai dua menuju lobi.

“Dari lantai atas turun, saya lagi duduk di bawah di sini,” ucap Nasimah.

Ia mengaku tak kuasa berkata-kata selain berulang kali beristighfar.

“Iya cuma astaghfirullah, astaghfirullah. Kan pas ada macan itu, saya diem. Kalau saya bersuara kan khawatirnya dia malah nengok. Begitu macannya masuk kamar, saya keluar,” ungkapnya.

Nasimah segera melapor ke petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 06.50 WIB. Tim damkar bersama kepolisian, BBKSDA Jawa Barat, dan Lembang Park and Zoo segera tiba di lokasi. Dua unit truk damkar dan satu mobil patroli Polsek Sukasari dikerahkan.

Kapolsek Sukasari, Ni Wayan Mirasni, menyebut proses evakuasi berlangsung cukup rumit karena hewan berada di lantai dua.

“Evakuasi berlangsung selama 3 jam. Untuk kesulitan karena ini ada di lantai 2, jadi untuk evakuasinya cukup rumit,” jelasnya.

Tim gabungan mempersempit ruang gerak satwa dengan jaring, disusul pemberian obat penenang. Sekitar pukul 09.25 WIB, macan tutul berhasil dikondisikan dan dimasukkan ke kandang transit besi sebelum dievakuasi menggunakan mobil pick-up.

Humas BBKSDA Jabar, Eri Mildrayana, mengatakan pihaknya akan melakukan observasi kondisi hewan tersebut.

“Karena bagaimanapun ini satwa liar, dia pun akan mengalami stres sama seperti kita ya,” kata Eri.

Ia menambahkan, macan tutul itu rencananya akan direhabilitasi sementara di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Sukabumi, menunggu keputusan pimpinan BBKSDA Jabar.

Soal dugaan apakah macan tutul ini sama dengan yang sempat lepas dari Lembang Park and Zoo pada Agustus 2025, Eri belum bisa memastikan.

“Dilihat dari lokasi dan rentang waktu itu terlalu jauh. Jadi kita belum bisa pastikan apakah itu macan tutul yang sama,” ujarnya.

Humas Lembang Park and Zoo, Miftah Setiawan, menegaskan kehadiran pihaknya hanya sebatas membantu proses penangkapan.

“Kami pure datang ke sini hanya bantu untuk penangkapan saja. Kalau pertanyaan apakah ini sama dengan yang kemarin, kami tidak bisa jawab karena itu harus dipastikan dulu dari tim BKSDA,” jelas Miftah.

Rekomendasi