Mensos Gus Ipul Sebut Kakek Prabowo Layak jadi Pahlawan Nasional, Ini Alasannya
Raden Mas Margono Djojohadikusumo dinilai banyak jasanya untuk Indonesia. Sehingga layak mendapat gelar pahlawan nasional.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menilai, Raden Mas Margono Djojohadikusumo banyak jasanya untuk Indonesia. Sehingga layak mendapat gelar pahlawan nasional.
Raden Mas Margono Djojohadikusumo merupakan kakek dari Presiden Prabowo Subianto. Gus Ipul mengatakan, pertimbangan untuk mengusulkan Raden Mas Margono Djojohadikusumo sebagai pahlawan nasional karena banyak jasa-jasanya.
"Iya banyak jasa-jasanya-lah, saya udah sampaikan jasa-jasanya. Beliau sangat layak untuk mendapatkan penghargaan sebagai pahlawan nasional. Tetapi prosesnya harus dari bawah," kata dia, saat meninjau Pabrik Pie Susu Ajik, di Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Bali, Selasa (25/2).
Gus Ipul menegaskan, usulan itu bukan dari dirinya. Usulan Raden Mas Margono Djojohadikusumo menjadi pahlawan nasional itu berawal dari masyarakat di beberapa daerah di Indonesia.
"Iya itu diusulkan oleh masyarakat, ada dari Jakarta, dari Surabaya (Jawa Timur) dan ada dari Banyumas (Jawa Tengah). Prosesnya dari kabupaten ke provinsi baru ke kami. Usulannya bukan dari saya, usulannya dari masyarakat. Terus tanya ke saya, sangat layak diproses," imbuhnya.
Usulan pahlawan nasional saat ini sedang berproses dan saat ini masih diproses di Pemerintahan Kabupaten Banyumas, lalu ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan terakhir ke Kementerian Sosial (Kemensos).
"Jalan itu prosesnya, dari Kabupaten Banyumas, baru ke provinsi, baru naik ke kita," ujarnya.
Sosok Raden Mas Margono Djojohadikusuma
Seperti diketahui, Raden Mas Margono Djojohadikusuma merupakan putra seorang asisten wedana di Banyumas, selama ini dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI).
Sebelum mendirikan BNI pada tahun 1946, Margono pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) yang didirikan tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan.
Margono Djojohadikusumo meninggal dunia pada 25 Juli 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman keluarga di Dawuhan, Banyumas.