Menkes: Orang dengan Lingkar Perut Besar Berisiko Hipertensi Dua Kali Lipat
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut orang dengan lingkar perut besar berisiko jauh lebih tinggi terkena hipertensi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut orang dengan lingkar perut besar berisiko jauh lebih tinggi terkena hipertensi. Budi menekankan pentingnya olahraga untuk menjaga kesehatan.
Hal itu disampaikan Menkes Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Rabu (14/5).
"Jadi ternyata memang orang yang lingkar perutnya besar itu punya risiko hipertensi bisa dua kali lipat. Jadi bukannya saya sekali ini bukannya fisik tapi memang ternyata kita wajib menjaga apa yang kita makan dan juga wajib berolahraga demi kebaikan kita," kata Budi.
Budi tidak bermaksud menyinggung fisik. Namun lingkar perut perlu diperhatikan sebagai sentral obesitas yang bisa merembet ke penyakit lain.
Terlebih, kata Budi, orang-orang lanjut usia bisa terkena risiko stroke dan penyakit jantung yang lebih tinggi.
"Bukannya fisik tapi ternyata sangat penting untuk kita semua adalah obesitas sentral yang diukur dari lingkar perut," ujar Budi.
Lebih lanjut, Budi mengatakan, Kemenkes akan melaksanakan program cek kesehatan gratis di sekolah-sekolah dan pesantren.
Program ini untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, termasuk obesitas dan risiko hipertensi.
"Sekarang sudah dimulai pilot project-nya di beberapa sekolah, dan mulai Juli 2025, kita akan jalankan program ini di lebih dari 200.000 sekolah dan pesantren di seluruh Indonesia," tukas Budi.