Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyebut penyakit stroke dan jantung menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Risiko tersebut sebenarnya bisa ditekan melalui pemeriksaan kesehatan rutin, untuk memantau tekanan darah, gula darah, dan lemak darah setiap tahun.
"Jadi setiap tahun itu harus dicek. Gula darah, tekanan darah harus 120/80. Kalau di atas itu minum obat," kata Budi saat ditemui di RSUP Kariadi Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/2).
Dari hasil cek kesehatan gratis (CKG) banyak masyarakat baru mengetahui kondisi kesehatannya setelah menjalani pemeriksaan. Padahal sejumlah penyakit berbahaya sering berkembang tanpa gejala yang jelas di tahap awal. Bahkan hasilnya sekitar 70 juta orang menunjukkan temuan serupa.
"Banyak peserta yang tampak sehat, namun sebenarnya memiliki masalah kesehatan yang berpotensi serius," ungkapnya.
Pemerintah berencana memperkuat program CKG pada 2026 dengan pemeriksaan. Pemerintah memastikan peserta yang terdeteksi memiliki gangguan kesehatan juga bisa memperoleh pengobatan secara gratis.
"Tahun sebelumnya hanya jumlahnya saja yang dicek berapa banyak. Tapi tahun ini yang kita ingin pastikan sesudah dicek kalau tidak sehat harus diobati. Dan sama seperti ceknya gratis, obatnya juga gratis," jelasnya.
Advertisement
Ideal Pemeriksaan 1 Tahun Sekali
Adapun pemeriksaan kesehatan idealnya dilakukan minimal sekali dalam setahun. Dengan begitu, dia dengan mengikuti pola kebiasaan tersebut dapat meningkatkan peluang hidup lebih panjang dan sehat.
"Makin sering dicek, makin lama cek kesehatan gratis jalan terus, pasti usianya makin panjang. Yang dicek 10-15 kali pasti panjang umurnya," ujarnya.
Selain di fasilitas kesehatan, pelaksanaan CKG kini juga diperluas ke sekolah dan tempat kerja. Sebab langkah itu dilakukan karena sebagian besar waktu masyarakat dihabiskan di dua lingkungan tersebut.
"Kalau buat anak-anak waktu di sekolah bisa 5-6 jam sekolah, kita cek kesehatannya di sekolah," jelasnya.
Terkait masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan dalam CKG tahun lalu terjadi pada kelompok usia dewasa, terutama terkait indeks massa tubuh (BMI) di atas normal dan obesitas sentral.
"Yang paling banyak itu BMI (indeks massa tubuh) di atas normal. Banyak yang kelihatan sehat, tapi tekanan darah dan gula darahnya tinggi," ujarnya.
Sedangkan temuan kedua terbanyak yakni masalah kesehatan gigi. Kasus itu ada pada anak-anak maupun orang dewasa. "Itu harus saya awasi karena masalah nomor dua gigi," pungkasnya.