Mengintip Sejarah Kolonial, Kota Tua Padang Ditargetkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan 2026
Pemerintah Kota Padang menargetkan Kota Tua Padang sebagai destinasi wisata bersejarah unggulan pada 2026. Revitalisasi ini diharapkan meningkatkan ekonomi dan citra pariwisata Sumbar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, bersama pemangku kepentingan telah menetapkan target ambisius. Kawasan Kota Tua Padang direncanakan menjadi destinasi wisata bersejarah unggulan pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata di Ranah Minang.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Lila Yanwar, mengungkapkan bahwa kawasan ini akan siap beroperasi sebagai daya tarik utama. Penataan meliputi pengecatan, pewarnaan khas bangunan, serta pemasangan lampu dan bangku bergaya kolonial. Ini akan menciptakan suasana otentik bagi pengunjung.
Revitalisasi Kota Tua Padang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal secara signifikan. Selain itu, upaya ini juga memperkuat citra Provinsi Sumatera Barat sebagai tujuan wisata berkelas dunia. Potensi sejarah dan ekonomi kawasan ini telah diakui sejak era Kolonial Belanda.
Potensi dan Visi Revitalisasi Kota Tua Padang
Lila Yanwar menegaskan bahwa kawasan Kota Tua Padang memiliki potensi besar untuk menjadi ikon wisata unggulan di Sumatera Barat. Lokasinya yang strategis di jantung Kota Padang, ditambah dengan kekayaan sejarah dan kemajuan ekonomi sejak zaman Kolonial Belanda, menjadi daya tarik utama.
Menurutnya, revitalisasi kawasan Kota Tua Padang tidak hanya akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Namun juga akan memperkuat citra Provinsi Sumatera Barat sebagai destinasi wisata yang berkelas dunia dan berbudaya.
Kota Padang secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan kembali kawasan bersejarah ini. Setiap tahun, berbagai acara seperti Festival Siti Nurbaya dan Festival Kota Tua Padang diselenggarakan. Kegiatan ini bertujuan untuk menarik wisatawan dan memperkenalkan warisan budaya.
Pedoman Penataan dan Pelestarian Kawasan Bersejarah
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra, menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjadikan Kota Tua Padang sebagai destinasi wisata bersejarah berkelas internasional. Untuk mencapai target unggulan pada tahun 2026, Pemkot Padang telah menyusun pedoman penataan kawasan.
Pedoman ini, atau yang disebut guidelines, disusun bersama para pemangku kepentingan terkait. Ini mencakup aspek pengelolaan dan pelestarian cagar budaya, revitalisasi kawasan, serta perancangan tata ruang. Semua dilakukan selaras dengan kaidah pelestarian yang tepat.
Yudi Indra menjelaskan, "Pedoman ini akan menjadi acuan utama dalam pengelolaan dan pelestarian kawasan bersejarah di jantung Kota Padang." Keberadaan pedoman ini memastikan bahwa setiap langkah revitalisasi dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.
Dengan adanya pedoman ini, diharapkan penataan Kota Tua Padang dapat berjalan efektif. Ini akan menjaga keaslian sejarah sembari meningkatkan daya tarik wisata. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mewujudkan visi ini.
Sumber: AntaraNews