Palembang Genjot Infrastruktur Pariwisata, Targetkan 2,5 Juta Wisatawan di 2026
Pemerintah Kota Palembang terus menggenjot perbaikan infrastruktur pariwisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara, dengan target ambisius 2,5 juta pengunjung pada tahun 2026.
Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, secara bertahap melakukan perbaikan infrastruktur pariwisata di berbagai lokasi strategis. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik kota dan jumlah kunjungan wisatawan. Langkah strategis ini diumumkan pada Jumat, 3 April, oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
Perbaikan infrastruktur ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional, ke Bumi Sriwijaya. Fokus utama perbaikan mencakup kawasan ikonik seperti Benteng Kuto Besak (BKB) dan tugu bundaran air mancur Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo.
Dengan pembenahan ini, Palembang optimistis dapat mencapai target kunjungan wisatawan sebanyak 2,5 juta orang pada tahun 2026. Wali Kota Ratu Dewa menegaskan komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Fokus Pembenahan Kawasan Ikonik Kota
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan bahwa perbaikan infrastruktur pariwisata akan terus dilakukan di berbagai kawasan lain di kota. "Perbaikan infrastruktur seperti kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), dan tugu bundaran air mancur Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) I Jayo Wikramo," kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk mempercantik wajah kota dan menambah daya tarik bagi para pengunjung. Kawasan BKB dan Jembatan Ampera, sebagai ikon pariwisata Palembang, mendapatkan perhatian khusus dalam program pembenahan ini.
Selain melakukan perbaikan infrastruktur, pihaknya juga berupaya mengembangkan kegiatan pariwisata. "Kami berupaya melakukan berbagai kegiatan pariwisata dengan melibatkan semua pihak dan lapisan masyarakat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bumi Sriwijaya ini," ujarnya.
Ini menunjukkan pendekatan kolaboratif dalam upaya meningkatkan sektor pariwisata Palembang, demi mencapai target kunjungan wisatawan yang telah ditetapkan.
Dukungan Industri Pariwisata dan Dampak Ekonomi
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sumatera Selatan, Herlan Aspiudin, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Wali Kota Ratu Dewa. Pihaknya menilai pembenahan infrastruktur dan objek wisata sebagai langkah yang sangat positif.
"Gebrakan untuk melakukan pembenahan itu perlu diapresiasi karena sektor pariwisata mempunyai kontribusi yang signifikan meningkatkan ekonomi dan penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar," ujar Herlan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Menurut Herlan, untuk mengembangkan sektor pariwisata di ibu kota Sumsel itu perlu terus dilakukan perbaikan infrastruktur dan objek wisata yang tersebar di wilayah 18 kecamatan di Kota Palembang. Pembenahan fasilitas pendukung, peningkatan keamanan, ketertiban, dan kebersihan adalah kunci untuk menciptakan pengalaman positif bagi pengunjung.
"Jika pengunjung merasa aman dan nyaman, dapat memberikan pencitraan positif yang bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke kota ini sesuai target yang diharapkan," kata Herlan. Kenyamanan dan keamanan menjadi faktor krusial dalam menarik dan mempertahankan wisatawan serta mencapai target kunjungan yang ambisius.
Sumber: AntaraNews