Pemkab Agam Benahi Objek Wisata Sajuta Janjang, Tingkatkan Kunjungan dan PAD Daerah
Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, gencar membenahi Objek Wisata Sajuta Janjang untuk menarik lebih banyak wisatawan, berdampak positif pada pendapatan asli daerah dan membuka peluang ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, menunjukkan komitmen serius dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah. Salah satu fokus utamanya adalah pembenahan Objek Wisata Sajuta Janjang, sebuah destinasi yang kini mulai menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan. Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mempercantik lokasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar dan pendapatan asli daerah.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Agam, Dedi Asmar, menjelaskan bahwa perbaikan yang dilakukan meliputi renovasi jenjang dan pintu masuk objek wisata. Proses pembenahan ini melibatkan langsung masyarakat setempat, menciptakan sinergi antara pemerintah dan warga dalam upaya memajukan pariwisata. Keterlibatan komunitas ini juga memastikan bahwa objek wisata Sajuta Janjang tetap terjaga kebersihan dan daya tariknya.
Hasil dari pembenahan ini sudah mulai terlihat, dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Peningkatan ini tidak hanya sekadar angka, melainkan juga tercermin dari retribusi yang berhasil dikumpulkan. Sebelumnya, retribusi dari objek wisata ini nihil karena kurangnya pengunjung, namun kini telah mencapai angka yang menjanjikan setiap bulannya.
Peningkatan Kunjungan dan Dampak Ekonomi Objek Wisata Sajuta Janjang
Objek Wisata Sajuta Janjang di Lubuk Basung kini telah bertransformasi menjadi destinasi yang lebih menarik bagi para pelancong. Pembenahan yang dilakukan Pemkab Agam, khususnya pada bagian jenjang dan pintu masuk, telah berhasil memikat minat wisatawan. Kondisi objek wisata yang bersih dan terawat menjadi daya tarik utama, mendorong lebih banyak pengunjung untuk datang dan menikmati keindahan alam serta keunikan Sajuta Janjang.
Dampak positif dari pembenahan ini tidak hanya terbatas pada estetika, tetapi juga pada aspek ekonomi. Menurut Dedi Asmar, retribusi yang diperoleh dari Objek Wisata Sajuta Janjang kini mencapai Rp1,5 juta setiap bulannya. Angka ini merupakan peningkatan signifikan, mengingat sebelumnya objek wisata tersebut tidak menghasilkan retribusi sama sekali akibat minimnya pengunjung. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa investasi dalam pembenahan infrastruktur pariwisata dapat langsung berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan daerah.
Keterlibatan masyarakat sekitar dalam proses pembenahan juga menjadi kunci sukses. Dengan memberdayakan warga lokal, Pemkab Agam tidak hanya memastikan pekerjaan dilakukan dengan efisien, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap objek wisata. Hal ini menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, di mana masyarakat menjadi bagian integral dari upaya pengembangan dan pemeliharaan destinasi wisata.
Visi Pengembangan Pariwisata Agam dan Sinergi Lintas Sektor
Pemkab Agam tidak berhenti pada pembenahan Objek Wisata Sajuta Janjang. Visi pengembangan pariwisata daerah ini mencakup rencana jangka panjang untuk objek wisata lainnya. Dedi Asmar mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, Pemkab Agam juga akan membenahi objek wisata Bandar Mutiara dan Masjid Sirah yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Mutiara. Rencana ini sejalan dengan visi dan misi bupati dalam pengembangan kawasan pesisir Agam.
Untuk mendukung rencana pembenahan tersebut, alokasi dana sebesar Rp1,6 juta telah dianggarkan untuk pembangunan pagar dan perbaikan areal lainnya di Bandar Mutiara dan Masjid Sirah. Anggaran ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Agam untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur pariwisata di seluruh wilayah. Tujuannya adalah menciptakan lebih banyak destinasi yang nyaman dan menarik bagi wisatawan, sehingga kunjungan dapat terus meningkat di masa mendatang.
Dedi Asmar juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan visi pariwisata Agam. Kolaborasi yang baik antarberbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga pelaku usaha, menjadi kunci utama untuk memastikan program pengembangan pariwisata berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan potensi wisata yang melimpah, Agam optimis dapat menjadi salah satu destinasi unggulan di Sumatera Barat.
Sumber: AntaraNews