Lima Objek Wisata Agam Siap Sambut Pengunjung Selama Libur Lebaran 2026
Pemerintah Kabupaten Agam memastikan lima objek wisata andalannya telah siap menyambut wisatawan selama libur Lebaran 2026. Pembenahan telah dilakukan untuk mengembalikan pesona Objek Wisata Agam.
Agam, Sumatera Barat, 22 Maret 2026 – Lima objek wisata unggulan milik Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah sepenuhnya siap menyambut kedatangan wisatawan selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Persiapan intensif ini dilakukan dengan pembenahan menyeluruh pada akhir bulan Ramadhan. Kesiapan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berlibur yang menyenangkan bagi para pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Kasma Zaini, di Lubuk Basung, Minggu, menyatakan bahwa seluruh objek wisata telah dibersihkan dan dibenahi. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan serta keamanan pengunjung yang akan memadati lokasi wisata. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik selama musim libur Lebaran.
Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata tersebut sudah mulai terlihat sejak Sabtu (21/3). Objek Wisata Sajuta Janjang dan Objek Wisata Linggai Park menjadi primadona dengan jumlah pengunjung yang signifikan. Umumnya, para pengunjung merupakan wisatawan lokal atau warga dari sekitar area objek wisata tersebut.
Kesiapan Destinasi Unggulan Agam
Lima objek wisata yang telah dibenahi dan siap dikunjungi meliputi Objek Wisata Linggai Park di Kecamatan Tanjung Raya, Sajuta Janjang di Kecamatan Ampek Koto, Masjid Sirah di Kecamatan Tanjung Mutiara, Ambun Tanai di Kecamatan Matur, serta Bandar Mutiara di Kecamatan Tanjung Mutiara. Destinasi-destinasi ini menawarkan beragam daya tarik bagi pengunjung dari berbagai kalangan.
Dari kelima destinasi tersebut, Objek Wisata Sajuta Janjang dan Objek Wisata Linggai Park tercatat sebagai lokasi yang paling banyak dikunjungi. Pada Sabtu (21/3), Objek Wisata Linggai Park mencatat sekitar 120 pengunjung. Puncak keramaian diperkirakan akan terjadi pada tanggal 22 hingga 24 Maret 2026, seiring dengan masih berlangsungnya libur Lebaran.
Kesiapan ini merupakan hasil dari upaya keras Pemkab Agam dan para pengelola. Mereka memastikan setiap fasilitas berfungsi optimal dan area wisata dalam kondisi prima. Hal ini dilakukan demi menjamin pengalaman liburan yang tak terlupakan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Agam.
Pemulihan Citra Pariwisata Pasca-Bencana
Meskipun objek wisata telah siap, Kasma Zaini tidak menetapkan target kunjungan wisatawan secara spesifik untuk Lebaran tahun ini. Keputusan ini mempertimbangkan kondisi Kabupaten Agam yang baru saja dilanda bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir pada akhir November 2025. Fokus utama saat ini adalah pemulihan dan pengembalian kepercayaan publik.
Pemerintah Kabupaten Agam telah gencar melakukan sosialisasi dan publikasi objek wisata melalui berbagai media sosial. Upaya ini bertujuan untuk menghapus kesan bahwa Agam masih terdampak bencana. Informasi mengenai keindahan dan kesiapan objek wisata disebarluaskan secara masif.
Komunitas lokal dan pengelola pariwisata juga turut berperan aktif dalam kampanye ini. Mereka bekerja sama untuk mengembalikan tagline “Agam Pesona Beragam” yang telah lama dikenal. Diharapkan, melalui upaya kolektif ini, kunjungan wisatawan dapat kembali ramai seperti sedia kala.
Imbauan untuk Pengelola dan Kenyamanan Wisatawan
Kasma Zaini mengimbau seluruh pengelola objek wisata untuk senantiasa menunjukkan keramahan kepada setiap pengunjung. Pentingnya pelayanan yang baik akan menciptakan kesan positif. Hal ini juga akan mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung di masa mendatang.
Selain itu, pengelola diminta untuk tidak memberlakukan tarif di luar ketentuan yang berlaku. Ini mencakup biaya parkir, harga makanan, dan layanan lainnya. Transparansi harga sangat krusial untuk menjaga kepercayaan wisatawan.
Aspek keselamatan pengunjung juga menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan. Setiap pengelola wajib memastikan fasilitas aman dan memadai. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat berdampak negatif terhadap jumlah kunjungan dan citra pariwisata Agam secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews