Mengapa Anwar Ibrahim Masuk 10 Besar Tokoh Muslim Paling Berpengaruh Dunia? Ini Penjelasannya!
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menduduki peringkat ke-10 dalam daftar 500 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia. Penasaran apa yang membuat Anwar Ibrahim diakui secara global?
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, baru-baru ini mencatatkan namanya dalam daftar 10 besar dari 500 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia. Pengakuan ini datang dari Pusat Studi Strategis Islam Kerajaan Yordania (Royal Islamic Strategic Studies Centre/RISSC), sebuah lembaga yang memiliki kredibilitas internasional.
Kenaikan peringkat Anwar Ibrahim dari posisi ke-15 pada tahun sebelumnya menjadi posisi ke-10 menjadi sorotan utama. Pencapaian ini tidak hanya mengukuhkan kepemimpinan Anwar di mata dunia, tetapi juga secara signifikan meningkatkan posisi Malaysia di panggung global.
Daftar prestisius ini menilai pengaruh seorang tokoh berdasarkan kemampuan mereka menciptakan perubahan signifikan dalam dunia Muslim. Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek seperti budaya, ideologis, finansial, dan politik, yang dampaknya bisa positif atau negatif tergantung perspektif.
Pengakuan Internasional dan Kriteria Penilaian RISSC
Pusat Studi Strategis Islam Kerajaan Yordania (RISSC) secara rutin menerbitkan daftar 500 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia. Dalam edisi terbaru, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berhasil menembus 10 besar, sebuah lompatan signifikan dari posisi ke-15 pada daftar tahun sebelumnya.
Publikasi ini menampilkan beragam pemimpin dan cendekiawan Muslim dari seluruh dunia, termasuk Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani di peringkat pertama, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud di peringkat ke-8, serta Presiden Indonesia Prabowo Subianto di peringkat ke-15. RISSC menilai pengaruh tokoh berdasarkan kapasitas mereka untuk menciptakan perubahan substansial melalui dimensi budaya, ideologis, finansial, atau politik.
Lebih lanjut, dalam kategori khusus pemimpin dan politisi Islam paling berpengaruh di dunia, Anwar Ibrahim bahkan naik ke posisi ke-7. Peringkat ini menempatkannya di atas Presiden Prabowo Subianto yang berada di posisi ke-10, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di posisi ke-13, menunjukkan pengakuan khusus terhadap kepemimpinan politiknya.
Peran Strategis Anwar Ibrahim di Kancah Global
Profil singkat Anwar Ibrahim dalam publikasi RISSC menyoroti beberapa kontribusi pentingnya di kancah internasional. Salah satu peran krusialnya adalah dalam meredakan ketegangan di perbatasan antara Thailand dan Kamboja, sebuah upaya yang memperkuat citra Malaysia sebagai perantara perdamaian yang konstruktif di Asia Tenggara.
Selain itu, Anwar Ibrahim juga dikenal sebagai pendukung vokal hak-hak rakyat Palestina. Ia secara konsisten menyuarakan pembelaan terhadap Palestina dalam melawan kekejaman yang terjadi di wilayah tersebut, menunjukkan komitmen kuat terhadap isu kemanusiaan global.
Pendirian tegas Anwar dalam isu Palestina, khususnya keberaniannya mengecam kemunafikan kekuatan besar dunia terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza, sangat diapresiasi. Seruan lantang ini menggambarkan komitmen untuk memastikan solidaritas dunia terhadap Palestina tetap teguh berdasarkan prinsip kemanusiaan universal, bukan kepentingan geopolitik.
Apresiasi dari Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM)
Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), sebagai organisasi kepemudaan Islam terkemuka di Malaysia, turut menyampaikan selamat kepada Perdana Menteri Anwar Ibrahim. ABIM mengapresiasi pengakuan yang diberikan oleh RISSC, yang menempatkan Anwar dalam kelompok 10 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia.
Menurut Presiden ABIM, Ahmad Fahmi bin Mohd Samsudin, pengakuan ini merupakan manifestasi kepercayaan masyarakat internasional terhadap gaya kepemimpinan Anwar. Gaya kepemimpinan tersebut dinilai tegas dalam mempertahankan kebenaran dan berorientasi pada kemanusiaan universal, sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Bagi ABIM, penghargaan ini sangat bermakna karena mencerminkan kesinambungan perjalanan perjuangan Anwar Ibrahim yang berawal dari medan aktivisme pemuda Islam, khususnya melalui pendirian ABIM pada tahun 1971. Ahmad Fahmi menyatakan, "Sejak awal, Perdana Menteri telah mengangkat agenda pendidikan rakyat, keadilan sosial, serta pembelaan terhadap umat yang tertindas dalam narasi dakwah dan pembangunan negara." Ia menambahkan, "Keberhasilan beliau memimpin negara dan mengangkat martabat Malaysia di pentas dunia saat ini, merupakan kelanjutan dari idealisme tersebut yang terus matang, berkembang, dan memberikan manfaat luas bagi rakyat dan umat secara keseluruhan."
- Emir Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani.
- Mufti dan Cendekiawan Terkemuka, Pakistan, Hakim Syeikh Muhammad Taqi Usmani.
- Ulama dan Pendiri Dar Al-Mustafa, Tarim, Yaman, Syekh Al-Habib Umar bin Hafiz.
- Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Agung Haji Sayyid Ali Khamenei.
- Raja Yordania, Raja Abdullah II Ibn Al-Hussein.
- Syekh Besar Universitas Al-Azhar, Imam Besar Masjid Al-Azhar, Mesir, Syekh Dr. Ahmad Muhammad Al-Tayyeb.
- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
- Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud.
- Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
- Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim.
- Marja dari Hawza, Najaf, Irak, Ayatollah Agung Sayyid Ali Hussein Al-Sistani.
- Raja Maroko, Raja Mohammed VI.
- Cendekiawan dan Pendidik, Arab Saudi, Sheikh Salman Al-Ouda.
- Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman bin Abdul Aziz Al-Saud.
- Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
- Pemimpin dan Presiden Jamiat Ulema-e-Hind, India, Maulana Mahmood Madani.
- Sultan Sokoto, Nigeria, Syekh As-Sultan Muhammadu Sa'adu Abubakar III.
- Presiden Forum untuk Mempromosikan Perdamapan di Masyarakat Muslim, Mauritania, Sheikh Abdullah bin Bayyah.
- Ketua Nahdlatul Ulama Indonesia, Yahya Cholil Staquf.
- Direktur Organisasi Intelijen Nasional, Turki, Dr Ibrahim Kalin.
Sumber: AntaraNews