Mauricio Souza Ingatkan Pentingnya Kontrol Emosi Pemain Persija di Lapangan
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyoroti urgensi kontrol emosi pemain Persija setelah timnya menjadi salah satu pengumpul kartu merah terbanyak di BRI Super League 2025/2026, yang berimbas pada performa tim dan posisinya di klasemen.
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, secara tegas mengingatkan para pemainnya untuk lebih mengendalikan emosi di lapangan. Peringatan ini disampaikan menjelang pertandingan penting melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertemuan kedua tim dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/10) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Penekanan pada kontrol emosi pemain Persija ini muncul setelah Macan Kemayoran mencatat rekor kurang menyenangkan. Persija kini menjadi tim kedua dengan koleksi kartu merah terbanyak di liga musim ini. Situasi ini tentu sangat merugikan tim dalam upaya meraih hasil maksimal di setiap pertandingan.
Dengan delapan kartu merah dari 26 pertandingan, Persija hanya terpaut satu kartu dari Arema FC sebagai tim dengan jumlah kartu merah tertinggi. Mauricio Souza menekankan bahwa kerugian akibat kartu merah sangat signifikan. Ia berharap pemain bisa memulai dan mengakhiri laga dengan 11 pemain di lapangan.
Dampak Kartu Merah Terhadap Performa Persija
Jumlah kartu merah yang tinggi jelas memberikan dampak negatif pada performa Persija Jakarta di BRI Super League 2025/2026. Dari delapan pertandingan di mana pemain Persija mendapatkan kartu merah, tim ini menelan tiga kekalahan, satu kali imbang, dan hanya meraih tiga kemenangan. Pelatih Mauricio Souza secara khusus menyoroti kerugian besar yang ditimbulkan oleh sanksi tersebut.
Persentase kekalahan Persija ketika ada pemain yang diganjar kartu merah terbilang cukup besar, mencapai 50 persen dari total enam kekalahan yang dialami tim sejauh ini. Situasi ini menunjukkan bahwa kehilangan satu pemain di lapangan seringkali mengubah jalannya pertandingan. Mauricio Souza menegaskan pentingnya menjaga jumlah pemain tetap utuh hingga akhir laga.
"Kami selalu menekankan untuk memulai dan mengakhiri pertandingan dengan 11 pemain. Kami tahu kerugian yang kami alami akibat kartu merah," kata Mauricio Souza. Ia menambahkan bahwa kurangnya kontrol emosi pemain Persija di lapangan, baik yang berujung kartu merah maupun kartu kuning, sangat merugikan tim.
Daftar Pemain Persija Penerima Kartu Merah
Jordi Amat menjadi pemain Persija dengan koleksi kartu merah terbanyak musim ini, yaitu dua kartu. Kartu merah terakhir yang diterima Jordi Amat terjadi pada laga terakhir saat Persija harus mengakui keunggulan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 2-3. Insiden ini semakin mempertegas pentingnya kontrol emosi pemain Persija.
Selain Jordi Amat, enam pemain lain yang juga pernah mendapatkan kartu merah adalah Allano, Rio Fahmi, Figo Dennis, Fabio Calonego, Bruno Tubarao, dan Aditya Warman. Daftar panjang ini menunjukkan bahwa masalah emosi di lapangan bukan hanya terjadi pada satu atau dua individu. Ini menjadi perhatian serius bagi staf pelatih.
Mauricio Souza mengungkapkan kekecewaannya karena banyak kartu yang didapatkan bukan karena pelanggaran taktis atau keras, melainkan karena kurangnya kontrol emosi pemain Persija. "Dan yang lebih buruk, kartu-kartu itu bukan karena pelanggaran taktis atau keras, tetapi karena kurangnya kontrol," ujarnya. Hal ini menjadi fokus utama perbaikan tim.
Posisi Klasemen dan Harapan Perbaikan
Kerugian akibat kartu-kartu yang didapatkan pemainnya telah menyebabkan Persija Jakarta menjauh dari persaingan gelar juara BRI Super League 2025/2026. Saat ini, Macan Kemayoran tertahan di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 52 poin. Posisi ini membuat mereka tertinggal cukup jauh dari pemuncak klasemen.
Persija terpaut lima poin dari Borneo FC yang menempati posisi kedua, dan sembilan poin dari Persib Bandung yang kokoh memuncaki klasemen. Jarak poin yang cukup signifikan ini menjadi tantangan berat bagi Persija untuk mengejar ketertinggalan. Perbaikan dalam kontrol emosi pemain Persija diharapkan dapat membantu tim untuk kembali ke jalur kemenangan.
Pelatih asal Brasil itu terus mengingatkan para pemainnya tentang betapa merugikannya situasi ini bagi tim. "Kami harus memahami betapa merugikannya hal itu bagi tim. Yang bisa kami lakukan adalah terus mengingatkan pemain agar lebih mengontrol emosi di lapangan," kata Mauricio Souza. Upaya edukasi dan pembinaan mental terus dilakukan untuk mengatasi masalah ini.
Sumber: AntaraNews