Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan penting 2-1 atas PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS) pada Jumat, 21 Februari.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengungkapkan bahwa timnya harus beradaptasi dengan Kondisi Lapangan JIS yang kurang ideal selama pertandingan tersebut. Kondisi lapangan yang tidak dalam keadaan terbaik sempat menghambat gaya bermain cepat yang menjadi ciri Persija.
Selain itu, Souza juga menyoroti absennya teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang seharusnya dapat membantu dalam pengambilan keputusan krusial di lapangan. Ia merasa sangat disayangkan VAR tidak tersedia, meskipun timnya telah diberi informasi sebelumnya.
Advertisement
Advertisement
Kondisi lapangan di Jakarta International Stadium dinilai tidak optimal oleh Mauricio Souza. Lapangan yang kurang sempurna ini sempat menghambat gaya bermain cepat yang menjadi ciri khas Persija Jakarta, yang mengandalkan kecepatan dan akurasi.
Meskipun demikian, Souza mengakui bahwa situasi tersebut juga berdampak serupa pada tim lawan, PSM Makassar. Hal ini pada akhirnya justru menguntungkan tuan rumah Persija dalam pertandingan yang ketat, memaksa kedua tim untuk beradaptasi.
Salah satu contoh dampak kondisi lapangan adalah gol penentu kemenangan Persija yang dicetak oleh Maxwell Souza. Gol tersebut berawal dari kesalahan kiper PSM, Reza Arya Pratama, saat membuang bola yang kemudian disambut sundulan penyerang Persija.
Advertisement
Advertisement
Mauricio Souza juga menyatakan kekecewaannya karena teknologi Video Assistant Referee (VAR) tidak dapat digunakan dalam laga tersebut. VAR mengalami kendala teknis sehingga tidak berfungsi saat Persija menjamu PSM, sebuah situasi yang jarang terjadi di liga profesional.
Menurut pelatih asal Brasil ini, VAR sangat penting untuk membantu memperjelas keputusan dalam situasi yang meragukan. Sepak bola modern menuntut akurasi tinggi dalam setiap pengambilan keputusan di lapangan, dan VAR adalah alat krusial.
Souza merasa sangat disayangkan VAR tidak tersedia, karena teknologi ini bisa mengklarifikasi momen-momen penting dan mengurangi kontroversi. Meskipun demikian, ia mengakui timnya telah diinformasikan sebelumnya mengenai absennya VAR, sehingga ia tidak mempermasalahkan hal tersebut lebih jauh.
Advertisement
Advertisement
Pelatih Mauricio Souza juga menerima kartu kuning selama pertandingan, yang ia akui sebagai bentuk reaksi emosional yang ia sesali. Ia menjelaskan sempat melihat situasi yang menurutnya terjadi dalam posisi offside, namun asisten wasit tidak langsung mengangkat bendera.
Souza mengira ofisial pertandingan menunggu kelanjutan permainan seperti prosedur dalam sistem VAR, yang memicu reaksinya. “Saya sudah meminta maaf kepada staf. Itu tindakan yang tidak bertanggung jawab dan tidak terpikirkan,” ujarnya.
Mengenai persaingan gelar juara BRI Super League musim ini, Souza tetap optimis. Dengan selisih poin yang ketat di papan atas klasemen, ia percaya Persija masih memiliki peluang besar untuk bersaing dan memenangkan kompetisi.
Advertisement
“Kami tidak mengontrol tim lain. Kami fokus pada Persija. Kami percaya dengan tim ini, kami masih hidup di kompetisi dan masih banyak pertandingan tersisa. Semua bisa terjadi,” pungkas pelatih asal Brasil itu.
Sumber: AntaraNews