Mata Berkaca-Kaca Napi Teroris Ikut Hormat Bendera: Saya Ingin Berubah
Seorang napi teroris berinisial BS tak kuasa menahan air mata saat upacara bendar di Cipinang.
Suasana upacara peringatan HUT ke-80 RI di Lapangan Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta, Minggu (17/8), berlangsung haru.
Ketika Sang Saka Merah Putih dikibarkan, tidak hanya petugas dan ratusan warga binaan yang memberi hormat, tetapi juga enam narapidana teroris (napiter) turut berdiri tegak.
Dari total 2.268 warga binaan, sekitar 300 orang dipilih mewakili tiap blok untuk mengikuti upacara.
Barisan napi dari berbagai kasus berbaris rapi, sebagian menundukkan kepala dengan khidmat. Saat bendera Merah Putih mencapai puncak tiang, seorang napiter berinisial BS tak kuasa menahan air mata.
“Dulu saya punya pandangan yang salah tentang negara. Tapi hari ini, saya berdiri tegak di bawah bendera Merah Putih dengan perasaan berbeda. Saya ingin berubah dan berkontribusi positif,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (17/8).
Upacara dipimpin Yulius Jum Hertantono sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa kemerdekaan bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga amanah yang harus diwujudkan dalam perubahan sikap dan perilaku.
“Mengibarkan bendera adalah tanda kebanggaan terhadap bangsa. Ketika dilakukan oleh warga binaan, apalagi napiter, hal ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang. Inilah esensi pemasyarakatan, yaitu pembinaan yang menumbuhkan kesadaran akan nasionalisme dan persatuan,” ujarnya.
Kalapas Cipinang, Wachid Wibowo, menambahkan bahwa peringatan HUT RI menjadi sarana menanamkan kembali nilai nasionalisme di kalangan warga binaan.
“Kemerdekaan adalah hak seluruh bangsa. Melalui peringatan HUT RI, kami ingin meneguhkan kembali semangat persatuan sekaligus menanamkan kesadaran bahwa cinta tanah air adalah bagian penting dalam proses pembinaan,” tuturnya.
Selain upacara bendera, perayaan HUT RI di Lapas Cipinang juga dimeriahkan dengan berbagai lomba khas kemerdekaan yang melibatkan petugas dan warga binaan.
Nilai kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong menjadi semangat utama dalam setiap kegiatan.