Lomba Bertutur Cerita Daerah Perpusda Rejang Lebong Lestarikan Budaya Lokal dan Tingkatkan Literasi
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Rejang Lebong menggelar Lomba Bertutur Cerita Daerah bagi pelajar SD/MI, sebuah inisiatif penting untuk melestarikan warisan budaya lokal dan meningkatkan minat literasi sejak dini.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, saat ini tengah aktif menyelenggarakan lomba bertutur. Kegiatan ini bertujuan utama untuk melestarikan cerita-cerita daerah yang kaya dan berkembang di tengah masyarakat setempat secara turun temurun.
Kepala Dinas Perpusda Rejang Lebong, Zulkarnain Harahap, menjelaskan bahwa pendaftaran dan pengunggahan karya telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berakhir pada 31 Maret 2026. Pengumuman pemenang lomba bertutur ini dijadwalkan pada 13 April 2026 mendatang.
Lomba bertutur ini secara khusus menargetkan pelajar kelas 4 dan 5 SD/MI, baik dari sekolah negeri maupun swasta, di seluruh Kabupaten Rejang Lebong. Antusiasme peserta cukup tinggi, dengan jumlah pendaftar yang sudah banyak.
Menggali Bakat dan Melestarikan Warisan Budaya Lokal
Lomba bertutur yang diadakan oleh Perpusda Rejang Lebong memiliki misi ganda yang strategis. Pertama, kegiatan ini dirancang untuk secara signifikan meningkatkan literasi di kalangan anak-anak usia sekolah, menumbuhkan kebiasaan membaca dan memahami cerita. Kedua, melalui proses bertutur, lomba ini berupaya menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter yang kuat pada generasi muda Rejang Lebong.
Lebih dari itu, inisiatif ini juga berfungsi sebagai sarana penting untuk melestarikan budaya lokal yang kaya. Cerita rakyat Kabupaten Rejang Lebong yang telah berkembang secara turun temurun dari nenek moyang kini dapat dihidupkan kembali dan diperkenalkan kepada generasi penerus.
Melalui partisipasi aktif dalam lomba ini, para pelajar tidak hanya belajar tentang sejarah dan tradisi daerah mereka, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri. Ini adalah investasi jangka panjang dalam pelestarian identitas budaya dan pengembangan potensi anak-anak.
Mekanisme Pendaftaran dan Seleksi Lomba Bertutur
Adapun syarat dan ketentuan untuk mengikuti lomba bertutur ini cukup jelas dan terstruktur. Peserta harus merupakan siswa/siswi SD/MI dari kelas 4 dan 5, dan disarankan belum pernah menjadi juara 1 lomba bertutur sebelumnya.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring, di mana peserta wajib mengisi formulir pendaftaran online. Selain itu, mereka harus menyiapkan buku atau file PDF cerita daerah Rejang Lebong yang akan diceritakan.
Setiap peserta diminta untuk membuat video bertutur dengan durasi maksimal 10 menit, kemudian mengunggahnya pada media sosial mereka. Setelah pendaftaran online, akan ada seleksi awal untuk memilih 80 peserta terpilih.
Peserta terpilih ini kemudian akan mengikuti seleksi tatap muka di Kantor Dinas Perpusda Kabupaten Rejang Lebong. Dari seleksi tatap muka ini, akan dipilih enam orang sebagai finalis yang kemudian akan diseleksi kembali untuk menentukan juara 1 hingga harapan 3.
Apresiasi dan Kesempatan Mengharumkan Nama Daerah
Perlombaan bertutur ini akan memilih enam orang sebagai juara, mulai dari juara 1 hingga harapan 3. Para pemenang akan menerima apresiasi berupa uang pembinaan dan sertifikat sebagai bentuk penghargaan atas prestasi mereka.
Secara khusus, juara 1 lomba bertutur ini akan mendapatkan kesempatan emas untuk diikutsertakan dalam lomba bertutur tingkat Provinsi Bengkulu. Ini merupakan peluang besar bagi perwakilan Rejang Lebong untuk menunjukkan bakat dan kekayaan cerita daerah di kancah yang lebih luas.
Zulkarnain Harahap berharap agar para perwakilan dari Rejang Lebong nantinya dapat mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi. Partisipasi dan kemenangan di tingkat provinsi tidak hanya membawa kebanggaan, tetapi juga mempromosikan kekayaan budaya Rejang Lebong.
Sumber: AntaraNews