Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, tengah aktif mencari desa wisata terbaik. Penjaringan ini dilakukan untuk tahun 2026 guna diikutsertakan dalam ajang bergengsi tingkat provinsi.
Langkah strategis ini diharapkan dapat memacu pengembangan sektor pariwisata lokal. Kepala Dispar Rejang Lebong, Riki Irawan, menegaskan pentingnya inisiatif ini.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi desa-desa untuk memamerkan potensi uniknya. Setiap desa memiliki kesempatan menunjukkan keunggulan destinasi wisatanya. Tujuan utamanya adalah mendorong inovasi serta kreativitas masyarakat dalam mengelola potensi pariwisata, juga demi meningkatkan daya saing daerah.
Advertisement
Proses penjaringan telah dimulai dengan serangkaian tahapan seleksi ketat. Tahapan ini mencakup pengumuman hingga penilaian oleh dewan juri. Pemenang dari tingkat kabupaten akan mendapatkan kehormatan untuk mewakili Rejang Lebong di Lomba Desa Wisata Provinsi Bengkulu.
Advertisement
Mekanisme dan Jadwal Lomba Desa Wisata Rejang Lebong 2026
Riki Irawan menjelaskan, tahapan lomba desa wisata tingkat Kabupaten Rejang Lebong 2026 telah dirancang secara sistematis. Proses ini dimulai dengan pengumuman peserta. Pengumuman telah dilaksanakan sejak tanggal 26 Januari dan akan berakhir pada 30 Maret mendatang.
Setelah periode pengumuman, tahapan pendaftaran akan dibuka mulai 30 Maret hingga 10 April 2026. Ini memberikan waktu yang cukup bagi desa-desa untuk mempersiapkan dokumen serta presentasi potensi mereka.
Dewan juri kemudian akan melakukan penilaian intensif pada tanggal 15 hingga 24 April 2026. Pengumuman pemenang lomba desa wisata tingkat kabupaten dijadwalkan pada 30 April 2026.
Advertisement
Advertisement
Mendorong Inovasi dan Kompetisi Sehat di Sektor Pariwisata
Lomba ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi juga bertujuan memicu munculnya destinasi wisata baru. Kehadiran desa wisata baru akan memperkaya pilihan wisatawan. Riki Irawan berharap kompetisi ini dapat menambah destinasi wisata unggulan di Rejang Lebong.
Untuk menjaga semangat kompetisi dan memberikan kesempatan merata, ada aturan khusus. Desa yang sudah pernah meraih kemenangan di tingkat provinsi atau nasional tidak diperbolehkan ikut lagi. Kebijakan ini memastikan bahwa setiap tahun akan ada wajah-wajah baru yang muncul, serta mendorong pengembangan desa-desa lain.
Sebagai contoh keberhasilan sebelumnya, Desa Air Bening di Kecamatan Bermani Ulu Raya berhasil menjadi juara pertama. Mereka memenangkan Lomba Desa Wisata Provinsi Bengkulu tahun 2025. Desa Air Bening meraih kategori daya tarik wisata, menunjukkan potensi besar Rejang Lebong.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif Pengembangan Desa Wisata bagi Ekonomi Lokal
Pengembangan desa wisata memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat setempat. Sektor pariwisata dapat menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah melalui kunjungan wisatawan.
Melalui lomba ini, desa-desa didorong untuk berinovasi dalam pengelolaan potensi lokal. Mereka bisa mengembangkan produk kerajinan tangan atau kuliner khas. Hal ini secara langsung mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pedesaan.
Peningkatan jumlah wisatawan juga akan mendorong perbaikan infrastruktur di desa. Akses jalan, fasilitas penginapan, dan kebersihan lingkungan akan menjadi prioritas. Semua upaya ini berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Rejang Lebong.
Advertisement
Sumber: AntaraNews