Lima Hari Terendam, Warga Sapan Bandung Kian Lelah Hadapi Banjir Tak Kunjung Surut
Aktivitas warga terganggu akibat banjir yang menerjang ruas jalan dengan panjang sekitar 4 kilometer tersebut.
Banjir yang merendam ruas Jalan Raya Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, belum juga surut hingga lima hari sejak Sabtu (11/4). Genangan air yang mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas tersebut disebabkan meluapnya Sungai Cikeruh akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
Aktivitas warga terganggu akibat banjir yang menerjang ruas jalan dengan panjang sekitar 4 kilometer tersebut. Terlihat, begitu terbatas mobil dan motor yang dapat melintasi banjir dengan ketinggian 60 sentimeter. Para buruh pabrik terlihat naik ke mobil bak terbuka ketika menerjang banjir.
Sebagian besar warga memutuskan untuk berjalan kaki karena khawatir kendaraannya bermasalah. Terlihat pula, beberapa titik banjir bahkan dijadikan wahana bermain oleh anak-anak. Mereka berlarian sambil sesekali menceburkan diri ke air yang menggenang.
Berjalan 1 Kilometer
Salah seorang warga, Yuyun (35), mengaku sudah berjalan sejauh lebih dari 1 kilometer menerjang banjir demi berangkat ke pabrik tempatnya bekerja. Menurut dia, banjir sudah menerjang kawasan itu sejak Sabtu (11/4).
"Dari rumah mau ke berangkat kerja," kata dia saat ditemui pada Rabu (15/4).
Yuyun menyebut air banjir hingga masuk ke dalam rumahnya. Dia berharap segera ada solusi konkret dari pemerintah agar banjir tak terus menerjang tiap hujan lebat melanda di kawasan tersebut.
"Solusinya ya, semoga enggak banjir begini terus ya. Enggak begini terus lah. Soalnya capek juga kalau bolak-balik terus begini," ujar dia.
Banjir Paling Parah
Sementara itu, salah seorang pekerja pabrik lainnya, Siregar (30), menyebut banjir yang menerjang kali ini merupakan yang paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, hanya dalam kurun waktu satu hari saja, banjir sudah kembali surut.
"Sering banjir tapi tidak separah ini, biasanya banjir tapi besoknya juga sudah surut," kata dia.
"Kalau sekarang banyak juga motor yang mogok ya, mungkin kondisi motornya kurang fit," lanjut dia.
Senada dengan Yuyun, Siregar berharap banjir dapat segera surut agar aktivitasnya tak terhambat. Dia mengharapkan ada solusi dari pemerintah agar banjir tak lagi menerjang.
"Semoga ada solusinya, capek juga kayak gini tiap hari," kata dia.