Banjir yang melanda Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, hingga kini belum juga surut. Jumlah warga yang terdampak bahkan terus bertambah, dari sebelumnya 19.408 jiwa menjadi 21.228 jiwa.
"Total yang terdampak 21.228 jiwa," kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Bandung, Beny Sonjaya, melalui keterangan yang diterima pada Selasa (14/4).
Beny menjelaskan, warga terdampak tersebar di empat wilayah, yakni Desa Citeureup, Desa Dayeuhkolot, Desa Cangkuang Wetan, dan Kelurahan Pasawahan.
Ketinggian air banjir di sejumlah titik pun bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 140 sentimeter.
"Warga mengungsi ke kantor desa, masjid hingga kantor RW," ucap dia.
Advertisement
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kabupaten Bandung masih terus melakukan pendataan di lapangan serta berkoordinasi secara intensif dengan pihak kecamatan untuk penanganan darurat.
Beny juga mengimbau warga yang masih berada di lokasi terdampak agar segera mengungsi demi keselamatan.
"Kebutuhan mendesak makanan siap saji, air minum, selimut, sembako, alat kebersihan, dan pompa sedot," kata dia.
Advertisement
Sebelumnya diberitakan, banjir yang melanda wilayah tersebut disebabkan oleh luapan aliran tiga sungai, yakni Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede.
Banjir mulai menerjang kawasan Dayeuhkolot sejak Jumat (10/4) dan hingga kini air masih belum menunjukkan tanda-tanda surut.