Kunjungi Ortu Ibu yang Gantung Diri di Bandung, Menteri P3A: Masyarakat Mesti Lebih Saling Peduli
Insiden terkait EN mesti jadi pelajaran bagi semua.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyorot soal pentingnya kepedulian yang terjalin di tengah antaranggota masyarakat.
Ini ia ungkapkan saat berkunjung ke kediaman orang tua EN (34), di Kampung Kebon Tunggul, Desa Pasirhuni, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, pada Senin (8/9).
Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan bahwa insiden terkait EN mesti jadi pelajaran bagi semua. Khususnya, tentang bagaimana keluarga-keluarga dapat memperkuat ketahanan lewat komunikasi yang baik.
Ia bilang komunikasi antara suami dan istri yang terjalin baik menjadi penting. Sehingga, tidak ada hal halangan untuk saling mengetahui kondisi masing-masing.
Namun, yang tak kalah penting juga menurut dia ialah rasa peduli antaranggota masyarakat di suatu lingkungan. Kepedulian ini, tidak sebatas rasa ingin tahu urusan tetangga, tetapi lebih kepada perhatian untuk turut membantu kebutuhan orang-orang di sekitar.
“Hal penting lainnya adalah bagaimana hubungan antaranggota masyarakat bisa lebih saling peduli. Bila melihat tetangga kita mengalami sesuatu yang berbeda, mungkin butuh perhatian, perlu ditanyakan ada apa gerangan,” ungkapnya saat dijumpai wartawan, di Kabupaten Bandung, pada Senin (8/9).
Atas adanya peristiwa ini, ia mengingatkan agar tiap-tiap anggota masyarakat dapat lebih erat dalam membangun kepedulian dan saling menguatkan. Di sisi lain, Arifah berharap peristiwa ini menjadi bahan introspeksi untuk semua, agar kejadian serupa tak terulang di masa mendatang.
“Ini adalah peristiwa yang harus menjadi bahan introspeksi bagi kita semua, sekaligus mendorong penguatan silaturahmi di antara anggota masyarakat agar hal serupa tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Dalam upaya tersebut, ia berkomitmen untuk memperkuat peran-peran perempuan di tengah masyarakat. Selain itu, pihaknya juga membuka call center SAPA 129, layanan aduan yang tidak hanya menerima laporan tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak, tetapi juga masalah lainnya.
“Melalui layanan ini, kami dapat melakukan pendampingan dan penjangkauan yang dibutuhkan atas laporan tersebut,” kata dia.
EN Tewas Gantung Diri
Seperti diketahui, EN ditemukan tewas gantung diri di rumah kontrakannya, di Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, pada Jumat (5/9) dini hari.
Selain jasad EN, dua anaknya pun ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi leher terjerat tali, diduga dilakukan oleh EN sebelum ia meregang nyawa.
Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara mengungkap jenazah ketiganya pertama kali ditemukan oleh suami dan ayah ketiga korban, yakni YS.
“Mereka ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB oleh suami korban, YS, yang baru pulang kerja,” ujar Luthfi saat dikonfirmasi wartawan, pada Jumat (5/9).
Peristiwa ini bermula saat YS mendapati rumahnya terkunci dari dalam saat pulang kerja. Mengintip dari lubang ventilasi, ia melihat istrinya EN telah dalam kondisi leher tergantung di kusen pintu kamar hingga berteriak histeris.
“Warga yang mendengar teriakan datang kemudian mendobrak pintu dan menemukan dua anak korban juga sudah tidak bernyawa dengan tali yang masih menjerat di leher,” imbuh dia.
Mendapati laporan atas kejadian ini, polisi segera mengecek lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono.
Hasilnya, dipastikan bahwa EN tewas dalam kondisi lehernya tergantung di kusen pintu, sedang kedua anaknya dalam kondisi tergeletak di ruang depan dan dalam kamar, juga dengan kondisi leher yang terjerat tali.
“Untuk posisi pintu dan jendela dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak ditemukan luka terbuka terhadap para korban,” ungkap dia.
Selain jenazah ketiga korban, pihak kepolisian juga menemukan ponsel dan secarik kertas berisi tulisan tangan dalam bahasa Sunda, diduga dibuat oleh EN sebelum ia meregang nyawa.
Surat yang berisi permohonan maaf kepada keluarga hingga curahan masalah hidup itu kini diamankan pihak kepolisian beserta ponsel tersebut.