KP2MI Jajaki Peluang Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Sektor Strategis Yunani
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) serius menjajaki penempatan Pekerja Migran Indonesia di sektor strategis Yunani, membuka potensi kerja sama G2G yang saling menguntungkan.
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) secara aktif menjajaki kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia untuk berbagai sektor strategis di Yunani. Penjajakan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja bagi warga negara Indonesia di kancah internasional. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian kedua negara.
Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, memimpin langsung penjajakan tersebut dalam pertemuannya dengan Wakil Menteri Imigrasi dan Suaka Yunani, Sevi Voloudaki, di Athena, Yunani, pada Rabu (26/11). Pertemuan ini menjadi forum penting untuk membahas potensi kolaborasi. Diskusi berfokus pada kebutuhan tenaga kerja Yunani serta ketersediaan sumber daya manusia kompeten dari Indonesia.
Christina Aryani menyatakan bahwa Yunani, seperti negara-negara Eropa lainnya, sangat membutuhkan dukungan pekerja migran untuk membangun dan memulihkan ekonominya. Kebutuhan ini muncul seiring dengan pemulihan ekonomi Yunani pascakrisis yang membutuhkan tambahan tenaga kerja. Hal ini menjadikan Yunani sebagai mitra potensial bagi Indonesia dalam penempatan pekerja migran.
Peluang Sektor Strategis di Yunani
Yunani menunjukkan kebutuhan tenaga kerja migran yang signifikan, diproyeksikan minimal 50 ribu orang untuk berbagai sektor hingga tahun 2026. Pada tahun 2024 saja, Yunani membutuhkan 83 ribu tenaga kerja migran, namun baru terpenuhi sekitar 53 ribu orang. Angka ini menunjukkan kesenjangan yang besar antara kebutuhan dan ketersediaan, membuka peluang besar bagi Pekerja Migran Indonesia.
Wamen Christina menyoroti beberapa sektor yang dinilai sangat relevan untuk penempatan pekerja migran dari Indonesia. Sektor maritim, yang merupakan tulang punggung perekonomian Yunani, menawarkan banyak posisi. Peluang tersebut meliputi pekerjaan di kapal pesiar, yacht, kapal-kapal komersial, serta fungsi pendukung seperti bengkel kapal dan galangan.
Selain maritim, sektor pariwisata dan perhotelan juga memiliki kebutuhan tenaga kerja yang tinggi. Posisi yang tersedia meliputi housekeeping, food and beverage, wellness therapist, dan layanan pendukung lainnya. Christina Aryani menekankan bahwa semua potensi ini selaras dengan kekuatan sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia, yang dikenal dengan keramahan dan profesionalismenya.
Tidak hanya itu, Indonesia dan Yunani juga membahas kemungkinan pengiriman tenaga kerja musiman (seasonal worker) di sektor pertanian, terutama saat musim panen. Ini menunjukkan fleksibilitas dan luasnya potensi kerja sama yang dapat dijajaki oleh kedua belah pihak.
Mekanisme Kerja Sama G2G dan Kebijakan Ketenagakerjaan
Dalam diskusi tersebut, Wamen Christina juga menjelaskan struktur kebijakan ketenagakerjaan di Yunani yang membagi kewenangan mengurusi pekerja migran di dua kementerian. Kementerian Imigrasi dan Suaka bertanggung jawab mengurusi izin kerja dan pengawasan tenaga kerja asing. Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan kuota setiap tahunnya untuk menjaga keseimbangan pasar tenaga kerja.
Pertemuan ini berjalan sangat positif, dengan pemerintah Yunani menunjukkan antusiasme tinggi untuk menjajaki kolaborasi formal dalam skema kerja sama antar pemerintah (government to government/G2G). Pendekatan G2G ini diharapkan dapat memastikan proses penempatan yang lebih terstruktur dan terlindungi bagi Pekerja Migran Indonesia.
Kedua pihak telah sepakat untuk memulai proses perumusan kerja sama G2G di sejumlah sektor prioritas. Langkah awal akan mencakup pengiriman initial draft, pembahasan terms and conditions, serta penguatan identifikasi kebutuhan sektor dan kompetensi pekerja. Proses ini akan memastikan bahwa setiap penempatan sesuai dengan standar dan kebutuhan yang ada.
Christina Aryani menambahkan, “Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi pekerja migran terampil untuk berkontribusi di pasar tenaga kerja Eropa, sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Yunani dalam bidang ketenagakerjaan.” Inisiatif ini menandai komitmen kedua negara untuk saling mendukung dalam pembangunan ekonomi.
Sumber: AntaraNews