Indonesia Bidik Peluang Kerja PMI di Bulgaria dan Albania, Fokus Sektor Perhotelan dan Manufaktur

Indonesia serius menjajaki peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bulgaria dan Albania, terutama di sektor perhotelan dan manufaktur, melalui kerja sama bilateral yang strategis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Indonesia Bidik Peluang Kerja PMI di Bulgaria dan Albania, Fokus Sektor Perhotelan dan Manufaktur
Indonesia serius menjajaki peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bulgaria dan Albania, terutama di sektor perhotelan dan manufaktur, melalui kerja sama bilateral yang strategis. (AntaraNews)

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, menyatakan bahwa peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bulgaria dan Albania masih sangat terbuka. Langkah ini dianggap strategis untuk dikembangkan melalui penguatan kerja sama bilateral antara kedua negara.

Pernyataan ini disampaikan Christina setelah melakukan pertemuan daring dengan Duta Besar RI untuk Bulgaria, Albania, dan Makedonia Utara, Listiana Operananta, pada Senin (26/1). Diskusi tersebut menyoroti potensi besar bagi tenaga kerja Indonesia di Eropa Timur.

Meskipun kondisi pemerintahan di Bulgaria dilaporkan belum stabil, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sofia telah mengidentifikasi adanya peluang kerja yang signifikan. Pemerintah Indonesia berupaya maksimal untuk memanfaatkan kesempatan ini demi kesejahteraan PMI.

Peluang kerja di Bulgaria terbuka lebar pada beberapa sektor kunci, terutama perhotelan dan manufaktur. Di sektor perhotelan sendiri, kebutuhan tenaga kerja Indonesia saat musim turis diperkirakan mencapai 700 hingga 800 orang.

Selain itu, tersedia kontrak kerja berdurasi 2 hingga 3 tahun di sektor perhotelan untuk berbagai posisi. Ini mencakup front office, housekeeping, cleaner, hingga terapis, menawarkan stabilitas bagi PMI.

Sektor manufaktur juga menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar seiring rencana investasi perusahaan Korea Selatan. Perusahaan tersebut akan membangun pabrik otomotif baru di Bulgaria, menciptakan banyak lapangan kerja.

Pembukaan pabrik ini akan memerlukan tenaga kerja dalam jumlah besar, dan Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam penempatan tenaga kerja ke Korea. Hal ini menjadi modal kuat bagi PMI yang memiliki keterampilan khusus dan kemampuan bahasa.

Menteri Tenaga Kerja dan Kebijakan Sosial Bulgaria, Borislav Gutsanov, telah menunjukkan komitmen kuat untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU) bilateral.

Duta Besar RI Listiana Operananta melaporkan bahwa Menteri Tenaga Kerja Bulgaria sangat antusias untuk membentuk MoU dengan Indonesia. Bahkan, permintaan untuk komunikasi teknis intensif telah diajukan guna menyiapkan draf awal.

Saat ini, proses penyusunan draf awal MoU sedang berjalan dan dikoordinasikan bersama Kementerian Luar Negeri. Langkah ini menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam mempercepat realisasi kerja sama.

Selain Bulgaria, Indonesia juga tengah menyiapkan rencana MoU dengan Albania, namun dengan penekanan pada pengaturan yang lebih ketat. Christina Aryani menekankan perlunya MoU yang lebih rigid untuk Albania.

Hal ini dikarenakan sensitivitas terhadap isu pelindungan pekerja migran di Albania belum optimal. Beberapa kasus yang melibatkan PMI seringkali tidak disampaikan secara proaktif oleh pihak terkait di sana.

Akibatnya, KBRI harus turun langsung ke lapangan untuk menangani kasus-kasus tersebut. Oleh karena itu, MoU yang lebih rinci dan tegas diharapkan dapat meningkatkan perlindungan bagi PMI di Albania.

Penyusunan MoU menjadi instrumen krusial untuk memastikan penempatan PMI berlangsung aman, teratur, dan terlindungi. Kesepakatan ini bertujuan menekan biaya penempatan yang seringkali memberatkan PMI.

Selain itu, MoU juga akan menjamin kesesuaian pekerjaan yang didapatkan PMI dengan kontrak yang telah disepakati. Ini penting untuk menghindari eksploitasi dan memastikan hak-hak pekerja terpenuhi.

Bahkan sebagai tindak lanjut, akan ada pertemuan daring dengan Wakil Menteri Tenaga Kerja Bulgaria setelah konsep teknis MoU disepakati oleh kedua negara. Ini menunjukkan langkah konkret menuju implementasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi