Koperindag Berau Tetapkan 10 Komoditas Prioritas untuk Pengembangan IKM Lokal
Koperindag Berau menetapkan 10 komoditas prioritas untuk pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal. Ini bertujuan memetakan kebutuhan, meningkatkan daya saing produk unggulan daerah, dan memperkuat ekonomi.
Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, secara resmi menetapkan 10 komoditas prioritas untuk pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di wilayahnya. Langkah strategis ini bertujuan agar pemerintah daerah dapat lebih fokus dalam mengembangkan produk unggulan lokal yang memiliki potensi besar. Penetapan ini diharapkan mampu memperkuat sektor ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Berau secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Koperindag Berau, Eva Yunita, menjelaskan bahwa penetapan komoditas ini merupakan hasil kajian mendalam yang dilakukan bersama Tim Pusat Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Kajian tersebut telah mengidentifikasi jenis usaha IKM yang tersebar di 13 kecamatan di Berau, masing-masing dengan keunggulan dan pangsa pasar yang khas. Data lengkap beserta basis data IKM dan rencana aksi lanjutan telah dipaparkan kepada Koperindag dan pihak terkait.
Dengan adanya data yang jelas dan terarah, Koperindag Berau berencana untuk menyusun program yang tepat sasaran, mulai dari pelatihan teknis hingga fasilitasi akses permodalan dan pemasaran. Inisiatif ini juga selaras dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014, yang mengarahkan pengembangan IKM agar mampu bersaing lebih luas dan berbasis inovasi, salah satunya melalui dukungan Sistem Informasi Industri Nasional.
Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan IKM Berau
Koperindag Berau telah mengidentifikasi sepuluh komoditas utama yang akan menjadi fokus pengembangan IKM di seluruh kecamatan. Penetapan ini didasarkan pada potensi sumber daya alam yang melimpah di Berau, meliputi sektor hutan, perkebunan, kelautan, dan pariwisata. Dengan demikian, kinerja IKM diharapkan dapat terintegrasi dengan pemanfaatan sumber daya tersebut untuk menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi.
Adapun 10 komoditas prioritas yang telah ditetapkan untuk pengembangan IKM di Kabupaten Berau meliputi:
- Olahan ikan laut
- Kelapa sawit
- Karet
- Lada
- Kakao
- Produk kayu dan mebel
- Kerajinan rotan dan bambu
- Olahan buah tropis
- Tanaman obat
- Olahan rumput laut
Setiap komoditas ini tersebar di seluruh kecamatan, dengan masing-masing lokasi memiliki keunggulan dan pangsa pasar tersendiri. Penetapan prioritas ini diharapkan dapat mengoptimalkan dukungan pemerintah daerah dalam memajukan IKM.
Peran IKM dan Dukungan Pemasaran di Berau
Industri Kecil dan Menengah (IKM) memiliki peran vital sebagai tulang punggung perekonomian nasional, menunjukkan ketahanan tinggi terhadap gejolak ekonomi. Di Kabupaten Berau, IKM juga dinilai penting dalam upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat, mampu menyerap tenaga kerja hingga di pedesaan, serta mengolah kekayaan alam menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.
Kepala Dinas Koperindag Berau, Eva Yunita, menegaskan bahwa peluang pengembangan pasar bagi IKM sangat terbuka lebar. Hal ini didukung oleh posisi geografis Berau yang strategis sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur, daerah kunjungan wisata, dan kedekatannya dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Koperindag Berau akan memfasilitasi promosi melalui berbagai pameran lokal maupun nasional, serta menyediakan tempat khusus untuk memajang hasil karya IKM agar semakin dikenal luas oleh masyarakat dan calon pembeli. Dukungan komprehensif ini mencakup aspek pelatihan teknis untuk peningkatan kualitas produksi, standarisasi mutu produk agar memenuhi pasar yang lebih luas, kemudahan akses permodalan melalui kerja sama dengan lembaga keuangan, hingga strategi pemasaran yang efektif baik secara offline maupun online. Dengan demikian, diharapkan IKM Berau dapat tumbuh dan berkembang secara signifikan.
Sumber: AntaraNews