Menteri UMKM Dorong Penguatan Komoditas Unggulan Kalimantan Barat untuk Perekonomian Daerah

Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman mendorong **Penguatan Komoditas Unggulan Kalimantan Barat** seperti kratom dan arwana demi peningkatan daya saing ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri UMKM Dorong Penguatan Komoditas Unggulan Kalimantan Barat untuk Perekonomian Daerah
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendorong Pengembangan UMKM Kalbar dengan fokus pada klaster komoditas unggulan seperti kratom dan arwana, serta memastikan akses pembiayaan KUR tanpa agunan untuk memperkuat ekonomi daerah. (AntaraNews)

Pontianak, Merdeka.com – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong penguatan klaster komoditas prioritas di Kalimantan Barat. Langkah ini dilakukan sebagai strategi utama untuk meningkatkan daya saing ekonomi wilayah tersebut secara signifikan.

Dorongan ini disampaikan Maman Abdurrahman di Pontianak pada Minggu (23/11) lalu, menegaskan komitmen pemerintah pusat. Kolaborasi erat dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat menjadi kunci dalam upaya pemetaan tantangan yang ada.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah mempercepat solusi bagi para pelaku UMKM, khususnya di sektor-sektor unggulan yang memiliki potensi kuat. Diharapkan, penguatan ini akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional secara berkelanjutan.

Komoditas Unggulan Pendorong Ekonomi Kalimantan Barat

Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa Kalimantan Barat memiliki beberapa komoditas bernilai tinggi yang saat ini menjadi prioritas utama untuk pengembangan klaster. Komoditas ini termasuk kratom, ikan arwana, dan produk olahan ikan nila yang memiliki pasar luas.

Komoditas-komoditas unggulan ini dinilai mampu menciptakan efek berganda yang signifikan bagi masyarakat lokal. "Komoditas-komoditas unggulan ini telah menunjukkan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat," ujarnya.

Pemerintah tengah mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi oleh komoditas ini, mulai dari masalah pembiayaan hingga kebutuhan teknologi. Upaya ini bertujuan untuk menawarkan solusi yang tepat sasaran dan berkelanjutan bagi para pelaku usaha.

Penguatan komoditas unggulan Kalimantan Barat ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan penuh dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Kemudahan Akses Pembiayaan KUR bagi UMKM

Menteri Abdurrahman menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam memastikan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi UMKM melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Skema ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah.

Ia menjelaskan bahwa KUR dengan plafon antara Rp1 juta hingga Rp100 juta dapat dicairkan tanpa agunan. Jaminan untuk pinjaman ini ditanggung oleh lembaga penjamin kredit seperti Jamkrindo, Askrindo, atau lembaga penjaminan daerah.

Timnya telah melakukan inspeksi mendadak ke beberapa bank penyalur yang masih mensyaratkan agunan untuk KUR di bawah Rp100 juta. "Itu jelas dilarang. Kami sedang menegakkan peraturan untuk memastikan kepatuhan," tegasnya.

Meskipun demikian, ia mengingatkan para pelaku UMKM untuk tetap disiplin dan bertanggung jawab dalam memenuhi kewajiban pembayaran mereka. Kedisiplinan ini penting untuk menjaga keberlanjutan program KUR dan kepercayaan perbankan.

Apresiasi Pemerintah Daerah dan Peran Strategis UMKM

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat atas dukungan konkret yang diberikan kepada UMKM. Dukungan ini dianggap vital bagi pemulihan ekonomi daerah.

Ria Norsan menggambarkan para pelaku UMKM sebagai "pahlawan ekonomi" yang berperan besar dalam memulihkan ekonomi wilayah setelah pandemi. Kontribusi mereka sangat terasa dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam **penguatan komoditas unggulan Kalimantan Barat** menjadi contoh nyata komitmen bersama. Harapannya, ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan inklusif dapat tercipta secara berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi