Ketua KPU: Mau Sistem Pemilu Terbuka, Tertutup, Campuran Monggo Saja
Jika memang ada perubahan makan aturan-aturan terkait pemilu dapat dibahas lebih awal
Ketua KPU Mochammad Afifuddin mengatakan, pihaknya mempersilakan model apapun untuk sistem pemilu. Sebab, semua model sudah pernah dilakukan di Indonesia.
"Sepanjang pemilu yang pernah kita lakukan ini, ini sebenarnya banyak sekali hal-hal yang sudah bersifat pengulangan mau sistemnya terbuka, tertutup campuran monggo saja kita itung kemudian risiko-risiko dan sebagainya," kata Afif, di acara diskusi di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (19/5).
"Mau penyelenggaranya model 99 perwakilan partai artinya pernah semua lakukan pernah kita alami termasuk yang paling penting kita bahas itu soal desain soal sistemnya terbuka atau tertutup yang menjadi fokus bapak ibu selain isu apakah pilkada langsung tidak langsung yang sekarang menjadi catatan kita semua," sambungnya.
Namun, Afif menekankan, jika memang ada perubahan makan aturan-aturan terkait pemilu dapat dibahas lebih awal. Sehingga, persiapan penyelenggara pemilu lebih panjang.
"Pada intinya pemilu ini kan praktik lapangannya kadang-kadang lebih maju dari yang kita atur. Makanya penting kita dengarkan persepktif peserta dan sebagainya," katanya.
"Yang sebagaimana saya sampaikan kalau penyelenggara prinsip menjalankan aturan saja kalau kita sudah buat dan dibuat lebih awal maka persiapannya akan lebih panjang," imbuh Afif.