Kerja Sama Yogyakarta Victoria Diperpanjang Hingga 2025: Sultan HB X dan PM Australia Akan Bertemu!
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Victoria, Australia, berencana memperpanjang Kerja Sama Yogyakarta Victoria hingga November 2025, dengan penandatanganan MoU yang akan disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Australia.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Pemerintah Victoria, Australia, sedang mempersiapkan perpanjangan kerja sama bilateral di berbagai sektor. Rencana strategis ini akan berlaku hingga November 2025, menandai kelanjutan hubungan erat antara kedua wilayah. Pembahasan mendalam mengenai perpanjangan ini telah dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program-program yang telah berjalan.
Pertemuan penting yang membahas rencana tersebut berlangsung di Yogyakarta pada Jumat (18/10), melibatkan Sultan dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan Komisaris Pemerintah Victoria untuk Asia Tenggara, Naila Mazzucco. Diskusi ini menjadi fondasi bagi kesepakatan yang akan datang, menekankan komitmen bersama. Kedua belah pihak menunjukkan antusiasme tinggi untuk memperkuat ikatan yang sudah terjalin.
Perpanjangan kemitraan ini diharapkan dapat membuka peluang baru, khususnya dalam sektor pendidikan dan kebudayaan, yang menjadi fokus utama Sultan. Meskipun detail spesifik belum dapat diungkapkan, inisiatif ini menunjukkan keinginan kuat untuk memperdalam kolaborasi. Penandatanganan MoU dijadwalkan akan dilakukan pada November 2025 dalam sebuah acara resmi.
Rencana Perpanjangan dan Penandatanganan MoU Tingkat Tinggi
Pemerintah DIY menyambut baik inisiatif dari Victoria untuk melanjutkan kemitraan yang telah terjalin lama. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Imam Pratanadi, menyatakan bahwa Sultan telah berbagi beberapa ide untuk memperkuat kerja sama ini, khususnya di sektor pendidikan. Ide-ide tersebut diharapkan dapat memberikan arah baru bagi kolaborasi di masa depan.
Pratanadi menjelaskan bahwa detail lebih lanjut mengenai perpanjangan Kerja Sama Yogyakarta Victoria ini belum dapat diumumkan secara publik. Hal ini dikarenakan kedua belah pihak masih dalam tahap finalisasi kesepakatan dan belum mencapai persetujuan akhir. Pengumuman resmi akan dilakukan setelah semua poin disepakati dan siap untuk ditandatangani.
“Insya Allah, pada tanggal 21 November 2025 akan diadakan jamuan makan malam dan penandatanganan MoU perpanjangan Kerja Sama Yogyakarta Victoria,” kata Pratanadi. Ia menambahkan bahwa penandatanganan tersebut akan dilakukan oleh Perdana Menteri Australia dan disaksikan langsung oleh Gubernur Victoria, menunjukkan tingkat kepentingan yang tinggi. Acara ini akan menjadi momen penting bagi kedua belah pihak.
Sultan Hamengkubuwono X juga telah diundang untuk mengunjungi Victoria. Kunjungan ini bertujuan untuk bertemu dengan Gubernur Victoria dan mengeksplorasi lebih jauh potensi area kerja sama. Khususnya, sektor pendidikan dan kebudayaan akan menjadi prioritas utama dalam penjajakan tersebut.
Sektor Kolaborasi yang Telah Berjalan dan Potensi Pengembangan
Komisaris Pemerintah Victoria untuk Asia Tenggara, Naila Mazzucco, menegaskan bahwa kolaborasi antara Victoria dan Yogyakarta telah mencakup berbagai sektor. Sektor-sektor tersebut meliputi industri kreatif, pendidikan, dan pertukaran antar masyarakat (people-to-people exchanges). Ini menunjukkan cakupan kerja sama yang luas dan multidimensional.
Mazzucco menyoroti adanya interaksi positif yang signifikan antara mahasiswa dan perancang busana dari kedua wilayah. Interaksi semacam ini mencerminkan kuatnya ikatan budaya yang telah terbangun. Pertukaran ini tidak hanya memperkaya pengalaman individu, tetapi juga memperkuat pemahaman lintas budaya.
Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan antusiasme Sultan dalam mempererat hubungan. Hubungan ini tidak hanya terbatas pada tingkat pemerintahan, tetapi juga melibatkan komunitas. Salah satu contoh nyata adalah kolaborasi antara Melbourne Symphony Orchestra dan Yogyakarta Royal Orchestra.
Sumber: AntaraNews