Kepala BGN Tekankan Pentingnya Penguatan SDM Program MBG: Integritas dan Antikorupsi Jadi Kunci
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyoroti urgensi penguatan SDM Program MBG, menekankan integritas dan loyalitas sebagai fondasi utama pelaksanaan program strategis ini, sesuai pesan Presiden Prabowo.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengemukakan pentingnya penguatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini mengingat Presiden Prabowo Subianto berpesan untuk mengutamakan integritas dan loyalitas pada seluruh pelaksana Program MBG. Penekanan ini disampaikan Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta pada Jumat (27/2).
Dadan mengungkapkan bahwa sebelum bergabung membantu Presiden Prabowo Subianto, ia hanya menerima dua pesan utama yang hingga kini terus dipegang teguh. Pesan tersebut menjadi landasan krusial bagi setiap individu yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, dua prinsip tersebut bukan sekadar pesan personal, melainkan nilai dasar yang harus diinternalisasi oleh seluruh jajaran BGN. Terutama, para pimpinan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di daerah yang memiliki kewenangan besar dalam pelaksanaan program.
Fondasi Integritas dalam Pelaksanaan Penguatan SDM Program MBG
Dadan Hindayana secara tegas menyampaikan pesan inti dari Presiden Prabowo Subianto yang menjadi pedoman utama dalam Penguatan SDM Program MBG. Pesan tersebut adalah “merah putih di dada” dan “tidak boleh korupsi”. Dua prinsip ini merupakan cerminan dari komitmen terhadap nasionalisme dan antikorupsi yang harus melekat pada setiap pelaksana program.
Nilai-nilai dasar ini wajib diinternalisasi oleh seluruh jajaran BGN, khususnya para pimpinan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di daerah. KPPG memiliki kewenangan besar dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif dan efisien.
Integritas dan loyalitas menjadi fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik dan keberhasilan jangka panjang program. Dengan demikian, setiap keputusan dan tindakan harus didasari oleh kepentingan bangsa di atas segalanya.
Pencegahan Penyalahgunaan Wewenang dan Orientasi Jangka Panjang
Dadan mengingatkan agar kewenangan yang dimiliki oleh para pelaksana Program MBG, khususnya di KPPG, tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau keuntungan sesaat. Ia menekankan pentingnya berpikir jangka panjang demi keberlangsungan program.
Penyalahgunaan wewenang dapat merusak citra program dan mengurangi manfaat yang seharusnya diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, setiap individu diharapkan memiliki visi yang jauh ke depan dalam menjalankan tugasnya.
Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan individu adalah prinsip yang tidak bisa ditawar. Ini adalah bagian integral dari Penguatan SDM Program MBG yang berintegritas.
Ketegasan Terhadap Penyimpangan dalam Penguatan SDM Program MBG
Lebih lanjut, Dadan juga meminta jajaran pimpinan agar tidak ragu mengambil tindakan tegas apabila terdapat indikasi penyimpangan sekecil apapun. Sikap tegas ini penting untuk menjaga marwah dan kredibilitas Program Makan Bergizi Gratis.
“Jadi, para pimpinan kalau ada yang tercium bermain kecil saja, saya kira buang saja, karena masih banyak orang yang mau,” ujar Kepala BGN Dadan Hindayana. Pernyataan ini menunjukkan komitmen BGN untuk tidak mentolerir praktik-praktik yang merugikan.
Adanya ketegasan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan akuntabel. Dengan demikian, Penguatan SDM Program MBG dapat berjalan optimal dan mencapai tujuan utamanya dalam pemenuhan gizi nasional.
Sumber: AntaraNews