Kenangan Terakhir Dua Mantan Wapres Saat Mengantar Suryadharma Ali ke Tempat Peristirahatan Terakhir
Mantan Menteri Agama sekaligus Ketua PPP Suryadharma Ali hari ini tutup usia.
Dua mantan wakil presiden Indonesia, Jusuf Kalla dan Ma'ruf Amin, hadir untuk memberikan penghormatan terakhir di rumah duka Almarhum Suryadharma Ali. Keduanya mengungkapkan pengalaman positif yang mereka miliki bersama pria yang akrab disapa SDA selama hidupnya. "Pak Surya ini kan seorang pejuang dari muda, saya tahu. Pak Surya itu masa kecilnya di Tanjung Priok. Jadi tahu saya kecilnya dan terus dia di PB PMII, NU di partai, jadi menteri dua kali, jadi menteri koperasi, jadi menteri agama. Banyak hal lah kontribusinya terhadap masyarakat, terhadap bangsa dan negara," ungkap Ma'ruf Amin kepada media pada Kamis (31/7/2025).
Meski SDA pernah melalui berbagai situasi politik dan tantangan hukum, wakil presiden ke-13 ini menegaskan bahwa beliau adalah sosok yang layak dihormati dan dicontoh. "Kalau menurut saya, dia orang yang pantas untuk dihormati dan bisa diteladani, tentu saja manusia bisa ada kurangnya, siapapun ada. Saya kira tidak ada yang sempurna. Tapi kebaikannya lebih banyak yang patut menjadi contoh," tegasnya. "Oleh karena itu, saya mendoakan beliau supaya diterima," tambah Ma'ruf Amin. Dalam nada yang sama, Jusuf Kalla, yang menjabat sebagai wakil presiden ke-10 dan ke-12, juga menyampaikan hal serupa. Kenangan paling berkesan bersamanya adalah saat mereka merancang program kredit usaha rakyat (KUR) ketika SDA menjabat sebagai menteri koperasi di pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode pertama. "Beliau sebagai menteri koperasi yang menjalankan dengan baik, begitu juga upaya-upaya lainnya," kenang JK.
Karier politik Suryadharma Ali
Sebelum sepenuhnya terjun ke dunia politik, Suryadharma Ali telah menjalani karier profesional yang cukup panjang. Ia memulai kariernya di PT Hero Supermarket dan bekerja di sana dari tahun 1985 hingga 1999. Keaktifannya dalam berbagai organisasi ritel, seperti Asosiasi Pusat Pertokoan dan Perbelanjaan Indonesia serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, menunjukkan kemampuannya dalam berorganisasi.
Langkah politik Suryadharma Ali dimulai ketika ia bergabung dengan PPP, yang menjadi tempat bernaungnya. Ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari PPP untuk periode 1999-2004 dan menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR RI dari tahun 2001 hingga 2004. Posisi tersebut menegaskan reputasinya sebagai legislator yang berpengaruh di parlemen.
Pada Februari 2007, Suryadharma Ali mencapai puncak karier politiknya dengan terpilih sebagai Ketua Umum PPP, menggantikan Hamzah Haz. Ia memimpin partai berlambang Ka'bah ini selama dua periode hingga tahun 2014. Di bawah kepemimpinannya, PPP berusaha keras untuk memperkuat identitas Islam dalam politik nasional, menjadikannya salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan.
Selain perannya di legislatif dan partai, Suryadharma Ali juga diberi kepercayaan untuk menduduki jabatan menteri. Ia menjabat sebagai Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dalam Kabinet Indonesia Bersatu I (2004-2009) di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selanjutnya, ia diangkat sebagai Menteri Agama Indonesia dari 2009 hingga 2014 dalam Kabinet Indonesia Bersatu II, sebuah posisi penting yang menangani urusan keagamaan di Indonesia.
Hari ini, Kamis (31/7/2025) pukul 04.18 WIB, Suryadharma Ali telah meninggal dunia di RS. Mayapada Jakarta. Lahir di Jakarta pada 19 September 1956, pria yang akrab disapa SDA ini menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Karier politiknya dimulai bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di mana ia menjabat sebagai Ketua Umum sejak 3 Februari 2007 hingga 16 Oktober 2014. Ia menggantikan posisi Hamzah Haz dan kemudian digantikan oleh Muhammad Romahurmuziy.
Selain itu, pada 22 Oktober 2009, SDA diangkat menjadi Menteri Agama dalam kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menggantikan Muhammad Maftuh Basyuni. Namun, pada 28 Mei 2014, ia mengundurkan diri dari posisinya.