Suryadharma Ali dan Jejak Peluru di Ruang Kerjanya
Mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Suryadharma Ali (SDA), telah berpulang. Ia meninggal dunia hari ini, Kamis (31/7/2025) pada pukul 04.18 WIB.
Mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Suryadharma Ali (SDA), telah meninggal dunia. Ia menghembuskan napas terakhir pada hari ini, Kamis (31/7) pada pukul 04.18 WIB. Kabar duka ini disampaikan melalui akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
"Meninggal pada hari Kamis, 31 Juli 2025, pukul 04.18 WIB di RS. Mayapada Jakarta," demikian bunyi pernyataan yang diunggah oleh akun @bimasislam, seperti yang dikutip oleh Liputan6.com.
Suryadharma Ali dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia menjabat sebagai Ketua Umum PPP dari 3 Februari 2007 hingga 16 Oktober 2014, menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Hamzah Haz.
Setelah masa kepemimpinannya berakhir, jabatan Ketua Umum PPP kemudian diambil alih oleh Muhammad Romahurmuziy. Kehilangan ini menjadi duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh anggota PPP yang telah mengenalnya sebagai pemimpin yang berdedikasi.
Pernah mengalami teror
Suryadharma Ali telah berkiprah di dunia politik sejak awal reformasi. Ia terpilih sebagai anggota DPR untuk periode 1999-2004 pada usia 43 tahun setelah sebelumnya berkarier sebagai eksekutif di perusahaan ritel Hero.
Keberhasilannya menembus Senayan terjadi di tengah persaingan dengan politisi senior PPP seperti Hamzah Haz, Bachtiar Chamsyah, Alimarwan Hanan, Chozin Chumaidy, dan Zarkasih Nur.
Pada awal kariernya, namanya seakan tenggelam di antara para orator handal dari fraksi partai berlambang Ka'bah itu. Publik saat itu lebih mengenal Aisyah Amini, Zarkasih Nur, atau Tosary Widjaya yang sering tampil di media.
Namun, ada sebuah peristiwa yang mengangkat namanya ke permukaan. Tepatnya pada Februari 1999, Gedung Nusantara 1 DPR menjadi sorotan setelah ditemukan lubang bekas peluru di kaca dinding kamar nomor 1601.
Kaca tebal itu mengalami kerusakan dengan retakan yang mengelilingi lubang kecil. Selain itu, peluru juga ditemukan di ruangan tersebut, dan lubang di kaca tersebut mengarah langsung ke bagian atap.
Polisi segera datang untuk menyelidiki asal tembakan tersebut, dan berbagai spekulasi pun bermunculan. Banyak yang berasumsi bahwa peluru itu merupakan teror terhadap anggota DPR, sementara yang lain menganggapnya sebagai peluru nyasar.
Hal ini mengingat di bawah gedung terdapat Lapangan Tembak Senayan. Spekulasi ini beredar selama beberapa hari tanpa ada kepastian mengenai asal peluru tersebut.
Sejak insiden itu, popularitas Suryadharma Ali terus meningkat. Ia sering dijadikan rujukan media untuk informasi terkait partai maupun isu ekonomi. Namanya semakin dikenal sebagai salah satu politisi PPP yang menonjol pada masa itu.
Puncaknya, pada 22 Oktober 2009, Suryadharma Ali diangkat menjadi Menteri Agama dalam kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menggantikan Muhammad Maftuh Basyuni.
Ia menjabat dalam posisi tersebut hingga 28 Mei 2014, ketika ia mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji.