Kemenpar: Pacu Jalur Jadi Magnet Wisata Budaya Berdampak Besar ke Ekonomi
Diperkirakan 2 Juta Pengunjung, Perputaran Ekonomi Capai Rp100 Miliar
Festival Pacu Jalur Tradisional 2025, salah satu event unggulan Karisma Event Nusantara (KEN), resmi ditutup dengan meriah pada Minggu (24/8). Event budaya kebanggaan Riau ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas, dengan puncak acara di hari terakhir berupa perebutan posisi 15 besar dari total 228 jalur yang bertanding sejak hari pertama.
Pada partai final yang berlangsung sengit, Jalur Bintang Emas Cahaya Intan 2023 dari Tanjung Kecamatan Hulu Kuantan berhasil keluar sebagai Juara 1 Pacu Jalur 2025. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi sekaligus menegaskan tradisi Pacu Jalur sebagai warisan budaya yang terus hidup dan berkembang.
Diperkirakan 2 Juta Pengunjung, Perputaran Ekonomi Capai Rp100 Miliar
Menurut Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, selama lima hari penyelenggaraan Pacu Jalur, diperkirakan tidak kurang dari 2 juta orang memadati Kuantan Singingi.
"Jika satu orang berbelanja Rp50.000 saja, maka perputaran uang di Kuansing selama Pacu Jalur bisa mencapai Rp100 miliar. Ini dampak ekonomi luar biasa bagi masyarakat," ungkap Bupati, seperti dikutip Antara.
Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar RI, Vinsensius Jemadu, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Pacu Jalur yang semakin mendunia melalui dukungan KEN.
"Pacu Jalur bukan sekadar event olahraga tradisional, tetapi magnet wisata budaya yang berdampak besar pada ekonomi daerah. Melalui Karisma Event Nusantara, kami terus mendorong agar event-event daerah seperti ini naik kelas dan memberi pengalaman yang berkesan bagi wisatawan," ujarnya.
Closing Ceremony Meriah dengan Kolaborasi Budaya dan Musik
Acara penutupan digelar pada Minggu malam dengan dihadiri Gubernur Riau yang secara resmi menutup Pacu Jalur 2025.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada Melly Mike sebagai Duta Pacu Jalur Dunia, wujud apresiasi atas perannya dalam mempromosikan Pacu Jalur ke kancah internasional.
Melly Mike dikenal sebagai penyanyi dari lagu 'Young Black and Rich' yang menjadi latar fenomena viral Aura Farming Pacu Jalur di media sosial. Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Disparekraf DKI Jakarta mengadakan pre-event trip yang menghadirkan Melly Mike untuk menjelajahi destinasi wisata ibu kota sekaligus mempromosikan keunikan budaya, sejarah, dan kuliner Jakarta.
Kehadirannya pada ajang Pacu Jalur menjadi momentum untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, tidak hanya Kuantan Singingi sebagai tuan rumah event Pacu Jalur, tetapi juga Jakarta sebagai etalase keberagaman budaya dan daya tarik wisata modern Indonesia.
Setelah penyerahan penghargaan, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang Pacu Jalur 2025. Puncak penutupan semakin meriah dengan penampilan spektakuler dari Melly Mike yang membawakan lagu viral tersebut, disusul alunan musik Melayu oleh Iyeth Bustami yang membuat suasana malam penutupan semakin semarak.
Dukungan Kemenpar RI Untuk Festival Pacu Jalur Tradisional
Kesuksesan Pacu Jalur Tradisional 2025 tidak lepas dari dukungan Kemenpar RI melalui program Karisma Event Nusantara (KEN). Program ini menjadi strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan event daerah, termasuk Pacu Jalur, melalui promosi nasional dan pendampingan event.
Selain itu Kemenpar RI juga hadir memberikan dukungan amplifikasi promosi pada event KEN Festival Pacu Jalur Tradisional melalui Live Streaming di Instagram Wonderful Indonesia dan TikTok Pesona Indonesia dengan Total Viewers untuk Instagram sebanyak 2 ribu Viewers dan TikTok sebanyak 635 ribu Viewers.
Untuk meramaikan Festival Pacu Jalur Tradisional, Kemenpar RI juga berkolaborasi dengan TikTok Indonesia untuk mendatangkan 10 kreator TikTok ke Teluk Kuantan, Riau. Selain menyaksikan pelaksanaan festival ini secara langsung, para kreator TikTok ini juga membuat berbagai konten menarik selama penyelenggaraan acara, mulai dari antusiasme Masyarakat menonton Pacu Jalur hingga promosi kebudayaan Riau.
Dengan memanfaatkan kekuatan penemuan TikTok, kolaborasi bersama TikTok Indonesia ini diharapkan tidak hanya dapat mempromosikan keindahan alam dan pariwisata, tapi juga memperlihatkan budaya dan tradisi Riau kepada komunitas TikTok, baik di Indonesia maupun di kancah dunia.
Festival Pacu Jalur Tradisional tidak hanya menjadi ajang olahraga budaya, tetapi juga magnet wisata yang menggerakkan ekonomi daerah dan memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia.